Menjadi Sosok yang Dirayakan
Ada satu hajat yang lahir secara senyap di sela-sela doaku. Sebuah asa yang barangkali terdengar bersahaja bagi khalayak, tetapi punya makna segalanya bagiku. Aku ingin kelak menjadi sosok pria yang senantiasa diupayakan eksistensinya. Perspektif ini kiranya terdengar tak biasa, atau bahkan diasumsikan tidak adil ketika sosok pria yang memohonkan hajat tersebut. Namun, aku mendambakan dicinta oleh sosok perempuan yang enggan membiarkanku mengira-ngira posisi di hatinya. Aku ingin sosok yang langkahnya tidak dipenuhi kelabilan, yang upayanya tak pernah terasa sebagai beban, dan yang presensinya menjadi jawaban atas segala ketidakpastian serta ketidaktahuan yang selama ini ku peluk erat sendirian. Barangkali, pada waktu yang lain, aku dapat merasakan bagaimana rasanya betul-betul dirayakan dan diupayakan. Perayaan tersebut tak perlu berupa pesta yang megah ataupun menggelegarnya kembang api, melainkan hal-hal bersahaja yang penuh ketulusan. Aku ingin dirayakan eksistensinya dikala aku me...