Kita Semua Punya Kapasitas untuk Menjadi Jahat
Apabila pressure hidup sudah terlalu berat, akui saja. Sebab, pengakuan itu bisa menjadi titik awal lahirnya empati. Aku bisa menjadi sosok yang teramat sabar, hingga pada satu titik aku dipermalukan berulang. Kemudian, pada satu hari, aku membalasnya dengan metode yang dahulu sangat ku benci. Aku bisa menjadi pribadi yang acuh, hingga terlalu sering dimanfaatkan. Lama-kelamaan, aku pun aware dan membatin, “Kali ini, aku memilih apatis. Tak peduli siapa pun yang kena dampak dan imbasnya.” Aku bisa menjadi sosok yang senantiasa jujur, hingga kejujuran itu berkali-kali dipergunakan untuk melukai diriku. Pada akhirnya, aku belajar menyembunyikan kebenaran. Bukan sebab aku menyukai kebohongan, melainkan sebab aku telah lelah menjadi pribadi yang senantiasa inklusif. Kadang kala, aku punya parameter toleransi kesabaran. Ketika finansial menipis, ketika pressure datang silih berganti, ketika kegagalan terjadi berulang kali, dan ketika aku merasa betul-betul sendirian, di situlah versi dir...