Terima Kasih, Agustus 2026
Bulan Agustus sudah sepantasnya menjadi momen ketika rakyat Indonesia kembali merenungkan arti kemerdekaan. Begitu pula denganku. Namun, perenunganku kali ini bukan sekadar tersentralisasi pada kemerdekaan bangsa, melainkan pula pada berbagaimacam problematika. Kendati sempat dihinggapi kesedihan, pada akhirnya seluruh perjalanan ini membimbingku menuju sederet pelajaran. Aku berharap tak akan pernah lupa metode guna tetap berbuat baik. Akhir-akhir ini, aku menyadari bahwa rasa sakit sanggup mentransformasi seseorang. Bahkan, luka tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga punya potensi mengubah perspektif terhadap seseorang. Hal demikian, kerap membuat kita lebih mudah berprasangka, sulit menaruh kepercayaan, hingga perlahan lupa cara menebar kebaikan. Terkadang timbul rasa takut jika suatu hari kelak aku mulai menganggap kebaikan tak lagi punya esensi. Seandainya saat itu tiba dan aku mulai berubah, ingatkanlah aku bahwa dunia tak memerlukan lebih banyak jiwa yang terluka. Antites...