Untuk Namaku yang Kelak Tak Lagi Kau Sebut
Apabila suatu hari kita benar-benar tiba di ujung jalan yang berbeda, jangan tergesa-gesa menghapusku dari hidupmu, ya. Biarkan aku tetap ada sebagai sesuatu yang tak lagi kau peluk, tetapi sesekali masih kau temukan, meski kau bilang, ada ketakutan ketika melihatku kelak. Kau boleh saja mengingatku ketika langit tengah baik-baik saja, saat angin berembus pelan, atau ketika hujan turun tanpa suara. Ingatlah bukan sebab kau masih mencintaiku, melainkan sebab pernah ada sosok yang dengan sepenuh hati berupaya mencintaimu. Jika kelak ada deretan lagu yang terasa familiar di telingamu, jangan terburu-buru mengalihkannya. Dengarkanlah hingga selesai, ya. Barangkali, ada secercah jejak tentangku yang tertinggal di antara lirik-liriknya dan vibesnya. Bila kelak suatu sore kau menyaksikan warna yang dahulu begitu sering kita nikmati bersama atau yang pernah kau lihat di unggahan cerita Instagramku, tersenyumlah sejenak, ya. Tak perlu mencari eksistensiku. Cukup ingat bahwa pernah ada sosok yan...