Parameter dalam Pertemanan
Dalam dinamika pertemanan, saya sempat dihadapkan pada dilema moral. Di mana, saya mesti memisahkan antara sosok yang kita sukai dan tindakan yang ia realisasi. Saya kerap berusaha membelah eksistensi seorang teman menjadi dua bagian. Di satu perspektif, saya membenci perilakunya. Namun, di perspektif lain, saya bersikeras tetap menyukai pribadinya. Akan tetapi, pasca saya pikir-pikir, membedah manusia sedemikian rupa merupakan perkara yang mustahil. Hal demikian, disebabkan setiap tindakan yang direalisasikan seseorang, pada dasarnya, merupakan pengejawantahan autentik dari value-value dan karakter yang ia miliki. Menurut perspektif saya, memahami keterikatan yang tak terpisahkan antara pribadi dan perilaku ini, membantu saya untuk bersikap lebih objektif dalam menilai sebuah pertemanan. Pertemanan sejati tidak semestinya dikonfigurasi di atas penyangkalan terhadap realitas pahit. Akan tetapi, menyadari bahwa tindakan seorang teman adalah cerminan dari karakter dirinya. Sehingg...