Katanya Aku Sosok yang Kaku dan Baku
Segelintir orang kerap mengenalku sebagai sosok yang kaku dan baku dalam bergaul. Aneh, bukan?! Kadang kala, aku pun mengiyakan dalam hati dan pikiran bahwa hal demikian memang betul yang ku idap dewasa ini. Lantas, apakah aku mesti berbenah agar tidak kaku dan baku? Padahal, aku merasa dengan kekakuan dan kebakuan tersebut, sedikit banyaknya aku telah menyajikan pengetahuan baru kepada mereka secara cuma-cuma. Ini bukan argumentasi pembalasan ataupun meninggi, yang bukan merasa bisa, tetapi bisa merasa. Namun, percayalah, begitulah pengejawantahan autentik diriku. Aku pernah mencoba menjadi sosok yang tak autentik atau bukan diriku yang hakiki, tetapi energiku justru habis dalam sekejap. Kadang kala, aku dianggap terlalu banyak bicara, sehingga aku belajar untuk diam terbungkam. Akan tetapi, ketika aku diam, sikap diamku pun tetap dipandang sebagai suatu kekeliruan. Katanya, aku orang yang tidak seru, apalagi lucu, sehingga aku berupaya belajar melucu. Menurut keyakinanku, setiap...