Romantisme yang Sebenarnya
Kepuasan dalam sebuah hubungan, acapkali terhalang oleh jeratan ekspektasi pribadi, terutama ihwal definisi romantis itu sendiri. Sudah menjadi hal yang niscaya, di mana seseorang kerap merasa pasangannya kurang romantis, sebab ia tidak memenuhi standar klisenya. Umpamanya, jarang menggandeng tangan di muka umum, jarang memberi kejutan, ataupun memberi bunga. Padahal, sudahkah kita memahami esensi sesungguhnya dari romantisme? Bagi saya, romantisme bukan semata mengikuti rutinitas ataupun standar sosial yang dipaksakan masuk ke dalam relasi. Romantisme adalah tentang upaya kolaboratif antara kedua belah pihak untuk menjaga atmosfer dalam hubungan, agar perasaan jatuh cinta dapat terus dirasakan secara berulang dan berkesinambungan, walaupun hubungan telah terjalin lama. Bahkan, ketika kita telah mengetahui segala kekurangan pasangan, kita masih bisa tertawa saat melihat tingkah lakunya yang menggemaskan ataupun menjengkelkan. Bentuk romantisme bukan semata terbatas pada pemberian bunga...