Bukan Tak Cinta, Hanya Saja Terbiasa Lupa


Statement ihwal pasangan yang sering lupa memberikan kabar meskipun telah diingatkan berulang kali, kerap melahirkan interpretasi bahwa hal tersebut merupakan sebuah indikasi berkurangnya kasih sayang atau sikap apatis.


Secara rasional, interpretasi semacam ini, perlu ditinjau lebih dalam. Kecenderungan lupa berkabar, acapkali bukan bersumber dari niat buruk ataupun perubahan perasaan, melainkan dari pengejawantahan pola perilaku yang telah menjadi kebiasaan.


Dari perspektif lain, banyak tindakan manusia yang beroperasi secara otomatis, terlepas dari kondisi emosionalnya dewasa ini. Umpamanya, seseorang yang sejak kecil tidak mempunyai kebiasaan melaporkan aktivitasnya kepada orang tua ataupun kakaknya. Maka, akan secara inheren membawa pola ketidakterbiasaan tersebut ke dalam hubungan asmaranya. Dalam hal demikian, perilaku tersebut merupakan respons otomatis dari kebiasaan, bukan keputusan sadar yang didorong oleh minimnya perhatian.


Terkadang, kita cenderung melakukan atribusi internal, yakni menganggap perilaku orang lain berasal dari sifat atau niatnya. Umpamanya, menyimpulkan fenomena ini dengan statment, "Dia lupa karena dia tidak sayang". Padahal, banyak perilaku dipicu oleh faktor eksternal atau kebiasaan yang telah tertanam. Sehingga, atribusi yang lebih logis adalah bahwa pasangan bisa saja belum menyadari dampak kebiasaannya terhadap kesejahteraan emosional pasangannya.


Oleh sebab itu, ketika menghadapi perilaku pasangan yang melahirkan kesedihan atau kekesalan, langkah pertama yang semestinya diambil adalah menangguhkan penilaian bahwa ia bersikap apatis. Antitesanya, hal tersebut dapat dipandang sebagai problem komunikasi kebiasaan yang perlu diselaraskan. 


Solusi efektif yang kiranya logis, acapkali tersentralisasi pada modifikasi kebiasaan kecil sehari-hari melalui komunikasi asertif, daripada alih-alih mempertanyakan fondasi perasaan cinta itu sendiri. Sebab, perubahan yang diperlukan adalah adaptasi perilaku, bukan restorasi kasih sayang yang diasumsikan hilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminar Proposal Skripsi Ku

Selamat dan Terus Bergerak, Sayangku

Hari Ke-365