Arah Pulang Kita Adalah Keabadian
Izinkan aku mencintaimu dalam keabadian, Sayang. Adakah ketulusan ini menjadi beban bagimu yang kiranya tak terlukiskan?! Aku bertekad mencintaimu hingga jam dinding bosan berputar, bahkan sampai rasi bintang memilih untuk redup karena tak mampu menandingi binar matamu yang jauh lebih benderang. Saksikanlah, betapa aku bersungguh-sungguh dalam mencintaimu, Sayang! Aku ingin mencintaimu hingga semesta kehilangan fungsinya secara nyata, hingga gravitasi pun tak lagi bekerja dan membiarkan kita melayang berdua tanpa arah di angkasa sana. Bagiku, tiada karya ilmiah yang bisa mendefinisikan kesempurnaanmu yang luar biasa. Tiada pula keabadian yang cukup panjang guna memvalidasikan betapa teguhnya aku dalam mencintaimu dengan metode yang bersahaja. Sebab bagiku, engkau adalah muara dari segala keresahan yang cepat sirna. Engkau juga merupakan aksara yang paling sulit ditulis dan diterjemahkan oleh logika manusia, tetapi paling mudah dirasakan oleh jiwa. Maka dari itu, biarkanlah cinta ini se...