Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Secercah Bocoran Rasa dalam Aksara

Apabila pada akhirnya aku jatuh cinta kepada seseorang, bersiaplah guna menjadi abadi, setidaknya dalam aksaraku. Bagi diriku, mencintai seseorang artinya melimpahkan seluruh kunci ingatan agar ia merdeka berkelana di antara barisan diksi dan kalimat yang kurangkai. Tentu, sosoknya tidak akan pernah padam. Ia akan senantiasa hidup, bernapas, dan bermukim di dalam setiap tanda titik dan koma yang kutitipkan di blog pribadiku. Seperti pada umumnya, dunia akan menyaksikan ia sebagai manusia biasa yang tumbuh dan menua. Akan tetapi, di dalam duniaku, dan di dalam setiap lembar yang kutulis, ia akan senantiasa menjadi pagi yang paling tenang. Aku akan menjaganya dari kesunyian yang mematikan dan dari kelalaian yang kejam. Aku akan meminjam deretan warna paling indah guna melukiskan senyumnya, agar siapa pun yang membaca tulisanku kelak, akan turut jatuh cinta pada pesonanya. Jatuh cinta kepada seseorang merupakan janji guna tidak memarginalkan ia dan hilang ditelan waktu. Bahkan, apabila su...

Berkelana Lewat Imajinasi dan Lelap Sunyi

Gambar
Dikala senggang, aku memilih menulis, bukan menangis. Seolah bersamamu aku bicara lewat aksara yang manis. Tiada celah untuk terbangun dari rasa yang tulus, sebab pada kediaman itulah jiwamu tertuntun lurus. Alunan musik TikTok perlahan menyeret lelapmu yang panjang, tanpa perlu mengimajinasikan sesuatu yang bimbang. Kemudian, aku hendak hadir bersamamu di sana, berbagi pejam dalam buaian imajinasi nan memesona. Meminta pijar agar asa itu dapat kita kejar hingga ruang dan rentetan tanya tak lagi sejajar.

Arah Pulang Kita Adalah Keabadian

Gambar
Izinkan aku mencintaimu dalam keabadian, Sayang. Adakah ketulusan ini menjadi beban bagimu yang kiranya tak terlukiskan?! Aku bertekad mencintaimu hingga jam dinding bosan berputar, bahkan sampai rasi bintang memilih untuk redup karena tak mampu menandingi binar matamu yang jauh lebih benderang. Saksikanlah, betapa aku bersungguh-sungguh dalam mencintaimu, Sayang! Aku ingin mencintaimu hingga semesta kehilangan fungsinya secara nyata, hingga gravitasi pun tak lagi bekerja dan membiarkan kita melayang berdua tanpa arah di angkasa sana. Bagiku, tiada karya ilmiah yang bisa mendefinisikan kesempurnaanmu yang luar biasa. Tiada pula keabadian yang cukup panjang guna memvalidasikan betapa teguhnya aku dalam mencintaimu dengan metode yang bersahaja. Sebab bagiku, engkau adalah muara dari segala keresahan yang cepat sirna. Engkau juga merupakan aksara yang paling sulit ditulis dan diterjemahkan oleh logika manusia, tetapi paling mudah dirasakan oleh jiwa. Maka dari itu, biarkanlah cinta ini se...