Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

SHadaqallahul 'adzim

Gambar
Pada tahun 2022, saya melangkahkan kaki guna memulai sebuah perjuangan di kampus dan program studi yang tidak pernah masuk dalam perkiraan sebelumnya. Sebagai angkatan pertama, saya bersama kawan-kawan mencurahkan segenap keringat dan dedikasi, bahu-membahu mengejawantahkan visi serta misi institusi. Perjuangan panjang tersebut akhirnya menuntun saya pada muara, yakni dalam acara Yudisium Sarjana Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan pada Rabu, 17 Juni 2026. Pengembaraan panjang tersebut, tentu memberi deretan ibrah dan karya ilmiah yang telah saya petik serta suguhkan, meskipun publikasi pada jurnal paling terbaik belum mampu saya capaikan. Akan tetapi, saya senantiasa berpegang pada prinsip bahwa perjuangan adalah realisasi kata-kata yang mesti dihidupkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar wacana semata. Dulu, disetiap sela malam-malam panjang yang menguras tenaga dan pikiran, saya membuktikan bahwa secangkir kopi dan doa orang tua tidak perna...

Muara Akhir Sebuah Pencarian

Lantas, manusia mana lagi yang perlu kujelajahi jika pada akhirnya hatiku memilih untuk berhenti padamu? Tuhan, dapatkah Engkau menakdirkanku untuk bersamanya saja? Ada perasaan yang senantiasa tumbuh dan berbisik, bersikeras menegaskan bahwa seluruh pengembaraan hidupku akan bermuara padanya. Akan tetapi, bukankah hajat ini terasa terlampau lancang? Padahal, belum tentu Tuhan menakdirkan kami untuk bersatu. Bagaimana jika pertemuan ini sekadar menjadi ibrah dan sarana guna berbenah dalam kehidupan? Entahlah, terkadang hatiku pun dipeluk kebingungan. Mengapa Tuhan menitipkan perasaan yang begitu menggebu-gebu dan bertahan lama untuknya? Bila memang dia adalah jawaban, tolong dekatkanlah ia kepadaku melalui cara-Mu, Tuhan.

Menjadi Sosok yang Dirayakan

Ada satu hajat yang lahir secara senyap di sela-sela doaku. Sebuah asa yang barangkali terdengar bersahaja bagi khalayak, tetapi punya makna segalanya bagiku. Aku ingin kelak menjadi sosok pria yang senantiasa diupayakan eksistensinya. Perspektif ini kiranya terdengar tak biasa, atau bahkan diasumsikan tidak adil ketika sosok pria yang memohonkan hajat tersebut. Namun, aku mendambakan dicinta oleh sosok perempuan yang enggan membiarkanku mengira-ngira posisi di hatinya. Aku ingin sosok yang langkahnya tidak dipenuhi kelabilan, yang upayanya tak pernah terasa sebagai beban, dan yang presensinya menjadi jawaban atas segala ketidakpastian serta ketidaktahuan yang selama ini ku peluk erat sendirian. Barangkali, pada waktu yang lain, aku dapat merasakan bagaimana rasanya betul-betul dirayakan dan diupayakan. Perayaan tersebut tak perlu berupa pesta yang megah ataupun menggelegarnya kembang api, melainkan hal-hal bersahaja yang penuh ketulusan. Aku ingin dirayakan eksistensinya dikala aku me...

Untaian Aksara di Garis Akhir Pengembaraan

Apabila engkau masih berhasrat untuk mengembara, silakan teruskan dengan sukarela. Namun, besar harapanku agar kelak engkau menemuiku di garis akhir sebuah pengembaraan. Aku tidak berkeberatan jikalau engkau memang masih ingin melanjutkan pengembaraan. Teruslah mengeksplorasi setiap jengkal hajatmu tanpa perlu ada keraguan. Kendati demikian, janganlah kembali ke haribaan dengan tangan hampa tanpa ada perubahan. Pulanglah dengan deretan ingatan yang siap kau kisahkan padaku dalam kesetiaan yang senantiasa kuidamkan. Mengembaralah setinggi-tingginya, sebab merpatimu punya sepasang sayap guna mengarungi luasnya semesta yang hampir punya segalanya. Engkau punya jajaran impian yang ingin segera kau enjawantahkan menjadi kenyataan. Perjuangkanlah seluruh hajatmu itu, yang sebagiannya telah kau kisahkan kepadaku. Meski demikian, aku berharap kelak engkau akan berjumpa kesadaran dan pemahaman, serta membawa perspektif baru yang jernih dikala kita kembali bersua di titik akhir yang kiranya aku ...