SHadaqallahul 'adzim
Pengembaraan panjang tersebut, tentu memberi deretan ibrah dan karya ilmiah yang telah saya petik serta suguhkan, meskipun publikasi pada jurnal paling terbaik belum mampu saya capaikan. Akan tetapi, saya senantiasa berpegang pada prinsip bahwa perjuangan adalah realisasi kata-kata yang mesti dihidupkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar wacana semata.
Dulu, disetiap sela malam-malam panjang yang menguras tenaga dan pikiran, saya membuktikan bahwa secangkir kopi dan doa orang tua tidak pernah gagal. Kedua hal itulah yang merawat kewarasan, menguatkan raga, serta menjadi lentera penuntun menuju gerbang cita-cita yang telah saya nanti-nantikan.
Dewasa ini, setiap tetes air mata telah bertransformasi menjadi kekuatan yang membakar semangat baru guna menyongsong hari esok yang penuh harapan. Tentu, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah awal guna membuktikan bahwa saya siap bertumbuh menjadi manusia yang membawa kebermanfaatan.
Permohonan maaf dan ucapan terima kasih yang tiada terhingga saya persembahkan untuk Mama. Tidak lupa, saya juga menghaturkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini, yang senantiasa saling mendukung dan menguatkan.
Sampai jumpa kembali di kemudian.
Dari,
Ahmad Fauzi Muhana, S.H.

Komentar
Posting Komentar