Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Kita Semua Punya Kapasitas untuk Menjadi Jahat

Apabila pressure hidup sudah terlalu berat, akui saja. Sebab, pengakuan itu bisa menjadi titik awal lahirnya empati. Aku bisa menjadi sosok yang teramat sabar, hingga pada satu titik aku dipermalukan berulang. Kemudian, pada satu hari, aku membalasnya dengan metode yang dahulu sangat ku benci. Aku bisa menjadi pribadi yang acuh, hingga terlalu sering dimanfaatkan. Lama-kelamaan, aku pun aware dan membatin, “Kali ini, aku memilih apatis. Tak peduli siapa pun yang kena dampak dan imbasnya.” Aku bisa menjadi sosok yang senantiasa jujur, hingga kejujuran itu berkali-kali dipergunakan untuk melukai diriku. Pada akhirnya, aku belajar menyembunyikan kebenaran. Bukan sebab aku menyukai kebohongan, melainkan sebab aku telah lelah menjadi pribadi yang senantiasa inklusif. Kadang kala, aku punya parameter toleransi kesabaran. Ketika finansial menipis, ketika pressure datang silih berganti, ketika kegagalan terjadi berulang kali, dan ketika aku merasa betul-betul sendirian, di situlah versi dir...

Bisakah Kembali Pulang Tanpa Dendam?

Sebelum melangkah pulang, mari kita rapikan hati dan pikiran terlebih dahulu. Mulailah merapikan hal-hal yang berasosiasi dengan orang-orang yang pernah melukai, keadaan yang tak pernah kita hendaki, keadilan yang tak kunjung datang menghampiri, serta kehilangan yang masih meninggalkan perih. Sebab, membawa seluruh beban tersebut tanpa batas waktu, tak akan pernah mengubah apa pun yang telah terjadi. Sebagai manusia, kita mesti sadar bahwa ada hal-hal yang berada di eksternal kendali untuk diubah. Ada orang-orang yang kira-kira tak pernah mengerti meski telah dinasihati berkali-kali, serta ada orang yang kerap kesusahan yang barangkali belum dapat kata maaf dari seseorang. Oleh sebab itu, pada muaranya kita perlu belajar melepaskan secara perlahan. Melepaskan bukan berarti menjustifikasi perbuatan buruk yang pernah kita toleransi, dan bukan pula mengindikasikan bahwa rasa sakit itu telah lenyap tanpa bekas. Step ini diambil sebab kita tak ingin menghabiskan sisa hidup hanya berputar-p...

Melepaskan dan Merayakan Upaya

Kejarlah yang perlu dikejar, dan lepaskanlah yang perlu dilepaskan. Tak semua hal mesti kita genggam erat. Ingat, sebagian di antaranya justru cukup kita ikhlaskan. Bila masih dapat diupayakan, upayakanlah. Bila masih ada jalan, berjalanlah. Namun, ketika kita telah menyajikan yang terbaik, janganlah terus menghujani diri dengan rasa bersalah hanya sebab outputnya belum selaras dengan ekspektasi. Kita telah berupaya, bertahan, dan merealisasikan jauh lebih banyak hal daripada yang sempat disaksikan oleh khalayak. Jadi, jika hari ini diri merasa letih, beristirahatlah. Sungguh, itu tak apa-apa. Kita diperkenankan guna berhenti memaksakan sesuatu yang sudah terlalu lama menguras tenaga. Kita tak perlu terus-menerus merasa bersalah hanya sebab memilih ketenangan. Bagaimanapun, diri kita juga berhak guna dijaga. Jalanilah apa yang memang menjadi bagian kita. Tak perlu senantiasa membawa beban yang realitanya bukan milik kita. Jangan pernah berpikir bahwa kita telah telat atau gagal. Mungk...

Terima Kasih, Agustus 2026

Bulan Agustus sudah sepantasnya menjadi momen ketika rakyat Indonesia kembali merenungkan arti kemerdekaan. Begitu pula denganku. Namun, perenunganku kali ini bukan sekadar tersentralisasi pada kemerdekaan bangsa, melainkan pula pada berbagaimacam problematika. Kendati sempat dihinggapi kesedihan, pada akhirnya seluruh perjalanan ini membimbingku menuju sederet pelajaran. Aku berharap tak akan pernah lupa metode guna tetap berbuat baik. Akhir-akhir ini, aku menyadari bahwa rasa sakit sanggup mentransformasi seseorang. Bahkan, luka tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga punya potensi mengubah perspektif terhadap seseorang. Hal demikian, kerap membuat kita lebih mudah berprasangka, sulit menaruh kepercayaan, hingga perlahan lupa cara menebar kebaikan. Terkadang timbul rasa takut jika suatu hari kelak aku mulai menganggap kebaikan tak lagi punya esensi. Seandainya saat itu tiba dan aku mulai berubah, ingatkanlah aku bahwa dunia tak memerlukan lebih banyak jiwa yang terluka. Antites...