Melepaskan dan Merayakan Upaya
Kejarlah yang perlu dikejar, dan lepaskanlah yang perlu dilepaskan.
Tak semua hal mesti kita genggam erat. Ingat, sebagian di antaranya justru cukup kita ikhlaskan. Bila masih dapat diupayakan, upayakanlah. Bila masih ada jalan, berjalanlah.
Namun, ketika kita telah menyajikan yang terbaik, janganlah terus menghujani diri dengan rasa bersalah hanya sebab outputnya belum selaras dengan ekspektasi. Kita telah berupaya, bertahan, dan merealisasikan jauh lebih banyak hal daripada yang sempat disaksikan oleh khalayak. Jadi, jika hari ini diri merasa letih, beristirahatlah. Sungguh, itu tak apa-apa.
Kita diperkenankan guna berhenti memaksakan sesuatu yang sudah terlalu lama menguras tenaga. Kita tak perlu terus-menerus merasa bersalah hanya sebab memilih ketenangan. Bagaimanapun, diri kita juga berhak guna dijaga.
Jalanilah apa yang memang menjadi bagian kita. Tak perlu senantiasa membawa beban yang realitanya bukan milik kita. Jangan pernah berpikir bahwa kita telah telat atau gagal. Mungkin, jalan kita hanya sedang tidak secepat dan semulus yang diekspektasikan. Tak mengapa jika belum sampai, tak mengapa jika masih mesti belajar, dan tak mengapa jika hari ini kita hanya ingin beristirahat sejenak.
Kita telah melangkah sejauh ini. Jangan sampai kita luput menikmati hidup hanya sebab terlalu sibuk mengejar tujuan. Teruskan apa yang masih layak diperjuangkan, dan lepaskan apa yang kian membuat hati letih dan tak karuan.
Berdoalah untuk hal-hal yang tengah kita ikhtiarkan. Kemudian, tawakalkan sisanya kepada-Nya. Kita tak mesti memikul seluruh beban ini seorang diri. Ingat, ada Tuhan. Berkeluh-kesahlah dengan-Nya.
Kejarlah apa yang perlu dikejar, dan ikhlaskan apa yang memang perlu diikhlaskan. Semoga pasca melewati seluruh proses ini, hati kita senantiasa bersua dengan ketenangan.
Komentar
Posting Komentar