Untaian Aksara di Garis Akhir Pengembaraan

Apabila engkau masih berhasrat untuk mengembara, silakan teruskan dengan sukarela. Namun, besar harapanku agar kelak engkau menemuiku di garis akhir sebuah pengembaraan.


Aku tidak berkeberatan jikalau engkau memang masih ingin melanjutkan pengembaraan. Teruslah mengeksplorasi setiap jengkal hajatmu tanpa perlu ada keraguan. Kendati demikian, janganlah kembali ke haribaan dengan tangan hampa tanpa ada perubahan. Pulanglah dengan deretan ingatan yang siap kau kisahkan padaku dalam kesetiaan yang senantiasa kuidamkan.


Mengembaralah setinggi-tingginya, sebab merpatimu punya sepasang sayap guna mengarungi luasnya semesta yang hampir punya segalanya. Engkau punya jajaran impian yang ingin segera kau enjawantahkan menjadi kenyataan. Perjuangkanlah seluruh hajatmu itu, yang sebagiannya telah kau kisahkan kepadaku.


Meski demikian, aku berharap kelak engkau akan berjumpa kesadaran dan pemahaman, serta membawa perspektif baru yang jernih dikala kita kembali bersua di titik akhir yang kiranya aku dan kau idamkan.


Apabila kelak ada prasangka yang membuatmu skeptis seolah dirimu tidak pernah didoakan oleh sesiapa, ketahuilah bahwa akulah yang senantiasa melantunkan nama indahmu dalam untaian aksara berupa doa. Sebab, namamu adalah rahasia yang senantiasa aku segerakan untuk disemogakan.


Maka, temuilah aku kelak di garis akhir pengembaraan. Kemudian, paparkanlah deretan kisahmu itu dengan artikulasi yang penuh pesona. Semoga kelak aku senantiasa dapat mengabadikan kita disetiap pengembaraan ke dalam sebuah aksara yang kekal dan penuh keparipurnaan.

Komentar