Manifestasi Spirit Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara oleh Ahmad Fauzi Muhana dalam Sejarah Baru KKN Angkatan XXVII IAI Darul Ulum Kandangan



Realisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVII Institut Agama Islam (IAI) Darul Ulum Kandangan tahun ini, menorehkan tinta emas dalam lembaran histori institusi. Momentum demikian, menjadi istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya, Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), resmi mendelegasikan mahasiswa angkatan pertamanya untuk terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Sebagai garda terdepan dari program studi baru, para mahasiswa ini memikul amanah signifikan guna membuktikan relevansi keilmuan tata negara dalam wadah pengabdian sosial.


Ahmad Fauzi Muhana, yang merupakan salah satu mahasiswa angkatan perdana Program Studi Hukum Tata Negara di IAI Darul Ulum Kandangan, menyambut penugasan ini dengan antusiasme tinggi dan spirit yang menyala. Menyadari posisinya sebagai pionir, Fauzi tidak melangkah dengan tangan kosong. Ia telah merealisasikan sederet preparation komprehensif, mulai dari pengamatan hingga merealisasikan diskusi dengan para tokoh mahasiswa lintas program studi, demi menyerap esensi pengabdian yang holistik, selaras dengan semboyan IAI Darul Ulum Kandangan.


Secara akademis, Fauzi turut merealisasikan analisis komparatif terhadap Buku Pedoman KKN Angkatan XXVI dan Angkatan XXVII. Implikasi telaah tersebut, mempertontonkan adanya generalisasi serta disparitas administratif yang signifikan pada angkatan kali ini. Alih-alih merasa terbebani, ia justru memandang gempuran administratif tersebut sebagai halang rintang intelektual yang memicu adrenalinnya dalam berkuliah.


Sebagai angkatan pertama yang tidak mempunyai pendahulu (kakak tingkat) untuk dijadikan referensi, Fauzi menekankan pentingnya kritik dan saran konstruktif dari rekan sejawatnya kelak. Ketiadaan Kakak Tingkat, justru ia transformasikan menjadi ruang kreativitas tanpa jalan buntu guna melahirkan standar baru yang berkualitas. Ia berkomitmen mempertontonkan bahwa Mahasiswa Hukum Tata Negara merupakan entitas yang progresif, penuh gebrakan, dan adaptif terhadap segala peran maupun lokasi penempatan.


Dengan memegang teguh spirit “Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti”, bahwa segala sifat keras hati dan angkara murka, hanya bisa dilebur dengan kebijakan serta kasih sayang, ia siap membawa semangat rekonsiliasi dan kesejukan dalam kelompoknya kelak.


Sampai jumpa di pengabdian, Kawan-Kawan seperjuangan!


Tulisan ini sejatinya merupakan refleksi kontemplatif yang disusun pada masa pra-realisasi KKN. Akhirnya, kini, tulisan ini diunggah saat prosesi KKN telah mendekati fase purna tugas. Hal demikian, mengindikasikan bahwa perjalanan yang bermula dari ekspektasi, kini telah menjadi pengalaman yang mendewasakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminar Proposal Skripsi Ku

Selamat dan Terus Bergerak, Sayangku

Hari Ke-365