Postingan

Belajar Politik

Gambar
Ditengah ramainya masa kampanye Pemilu 2024, mari kita membekali diri dengan Belajar Politik. Bukan hanya kita yang perlu belajar politik, namun Mas Gibran dan Mas Kaesang pun perlu ikut juga dalam belajar politik. Dua putera Presiden tersebut mengikuti jejak sang bapak. Bukan hanya sebagai politisi, namun juga sebagai lapisan elite yang punya posisi strategis. Mas Gibran menjadi cawapres, sedangkan Mas Kaesang menjadi Ketum PSI. Mas Gibran bahkan sempat disejajarkan dengan Sutan Sjahrir. Mas Kaesang dipuji sedemikian rupa oleh para pendukung loyalnya. Tapi, keduanya tak pernah lepas dari tuduhan "politik dinasti".  Kapabilitas dan empiris politiknya yang masih minim menjadi suatu hal yang "mudah" guna menjadi sasaran panah kritikan. Itu sebabnya begitu krusial untuk membekali dua anak muda tersebut denhan pelajaran politik yang sebenarnya. Sehingga mereka dapat tampil menjadi politisi yang disegani, dihormati dan mempunyai pemikiran yang tajam. Pada akhirnya, saya ...

Kenapa Rakyat Mudah Ditipu Oleh Janji Kampanye?

Gambar
Saat ini, kita telah memasuki masa-masa kampanye. Saat dimana semua paslon menebar janji-janji manis dan menyentuh hati untuk meraih dukungan. Ada yang berjanji makan gratis untuk siswa-siswi, ada yang hendak menaikkan gaji guru setinggi-tingginya, dan malah ada juga yang hendak merampungkan perkara Palestina. Semua janji tersebut ditebar berulang kali dengan tekad yang luar biasa besarnya. Padahal empiris memberitahu kita semua bahwa janji tidak semua dapat di realisasi. Namun, kita telah terlanjur untuk tidak menanyakan itu semua karena janji tersebut terlanjur kita asumsikan sebagai pemanis dari kampanye. Lantas, mengapa rakyat membiarkan dirinya dibohongi oleh janji? 1. Fanatisme Pada Figur Tekad dan dukungan yang fanatis pada salah satu figur, membuat kita menelan mentah (percaya saja) pada apa yang telah dikatakannya. Walaupun figur tersebut memiliki jejak rekam yang buruk, tapi fanatisme membuat dirinya menjadi manusia yang bersih dan perfect. Kondisi demikian yang membuat figur...

Tidak Usah Menjadi Pemimpin

Gambar
Apakah anda sedang menjadi seorang pemimpin? Mungkin pemimpin dalam sebuah organisasi, tugas kelompok, ataupun menjadi pemimpin dalam diri sendiri. Mending anda tidak usah menjadi pemimpin jikalau tidak siap mengorbankan hal berikut: 1. Waktu Ucapkan selamat tinggal pada jam kerja yang kaku. Pemimpin hebat hadir 24/7, siap menghadapi segala medan rintangan dan memberikan afirmasi kapanpun rekan-rekan team memerlukannya. Jangan menjadikan "tidak bisa memanagement waktu" sebagai alasan. Menurut saya, alasan tersebut merupakan alasan klasik untuk menghindari tanggungjawabnya. 2. Zona Nyaman Anda sekarang menjadi pemimpin, tapi sedang berada pada posisi dizona nyaman? Zona nyaman tidak ada dalam kamus pemimpin hebat, Cuy. Pemimpin merangkul ketidaknyamanan, melesat kedalam ketidakpastian (gharar), dan mengafirmasi batas-batas guna membuka jalan bagi terobosan dan kemajuan. Siapa yang berani melakukan hal tersebut? Yaa sang pemimpin. 3. Ngambis Yes, Egois No Ambisi atau optimisme ...

Kawal Pemilu 2024 yang Berintegritas

Gambar
Menjelang Pemilu 2024 yang kian menuju hitungan jari, pastinya kita telah disuguhkan di sosial media, seperti Instagram, TikTok, YouTube, WhatsApp, X, dan lain-lain perihal semua relasi Pilpres 2024 telah bertebaran dimana-mana. Terlepas apakah benar ataupun tidak, yang pasti subtansi dari kolom komentarnya tentunya bervariasi pula. Ada yang Pro dan ada juga yang Oposisi (Kontra), semua itu sangat bagus jika dibuka dengan ruang diskusi yang sehat dan konstruktif untuk kita sama-sama sharing asumsi. Namun, apa yang telah terjadi justru sebaliknya.  Ujaran kebencian dan menghujat yang justru memicu perpecahan dan polarisasi yang kian bertebaran, sehingga merusak keharmonisan. Padahal mau yang manapun paslon yang menang, jikalau diri kita tak berbenah, maka hidup kita tak akan berubah. Lantas, bagaimana tindakan kita seharusnya? Yaa seperti biasanya saja. Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya, tetaplah sopan dan santun terhadap sesama. Jadilah bijaksana, jangan fanatisme, dan jang...

Untuk yang Ingin Demisioner dari Organisasi

Gambar
Sebentar lagi ataupun hitungan bulan dan hari lagi, beberapa dari kita bakal menemui suatu diksi "usai" dari berproses di organisasi. Yap, Demisioner. Demisioner merujuk pada seseorang yang tak lagi mempunyai otoritas atau telah kehilangan jabatannya karena tugasnya telah rampung.   Demisioner bukan hanya sebatas itu belaka, namun juga suatu pengejawantahan demokrasi dalam organisasi. Karena Dalil dari demokrasi adalah batasi kekuasaan dan biarkan sirkulasi elite sesingkat mungkin. Seseorang yang telah demisioner masih dapat menjalankan tugasnya jika diperlukan, seperti memberikan arahan, pembinaan, dan masukan (jika dipinta). Selamat ya, sudah berhasil ataupun sudah semaksimal mungkin dalam menjalankan tanggungjawab dan roda organisasi yang kerapkali membuat lelah, keringat, berpusing-pusing, bergadang dan bahkan mencucurkan air mata disetiap berprosesnya. Jangan lupa wariskan hal-hal yang baik untuk organisasi dan keberkesinambungannya. Segeralah prepare kesibukan after org...

Politik Kurang Adab

Gambar
Kita telah melihat dan mendengar dengan seksama terkait putusan Mahkamah Konstitusi yang menuai sensasi dan kontroversi. Kini tahun politik kita memanglah asyik, tapi tidak dengan keasyikan ihwal permainan konstitusi dan politik yang minim adab. Kita juga telah melihat prosesi pemilihan nomor urut capres-cawapres yang begitu penuh teriakan dari masing-masing Tim pendukungnya. Keasyikan dan keriuhan ini akan begitu meriah jikalau dibarengi dengan sebuah Pesta Gagasan, bukan Pesta atas bobroknya hukum dan problem moralitas politik yang begitu miris. Dua fenomena diatas telah menjadi start dimulainya kontestasi Pilpres yang sebenarnya. Kini mereka akan bekerja dengan penuh keringat untuk memanjakan rakyat agar mendapat simpati dan dukungan melalui panggung kampanye yang begitu panas dan kerap senggol sana-sini. Kita telah melihat putusan Mahkamah Konstitusi yang tuai kontroversi yang melahirkan kekecewaan masyarakat. Tak sampai disitu, pelaporan dugaan pelanggaran etik sebagai hakim konst...

Betulkah Perempuan Sering Salah Membaca Maps?!

Gambar
  Beberapa perempuan kerapkali menginterpretasikan informasi dari peta, tapi asumsi kaum hawa tak bisa membaca maps sudah terlanjur melekat. Penting untuk tak cepat menggeneralisasi dan mengasumsikan bahwa satu kelompok gender mempunyai tonjolan ataupun weakness (kelemahan) tertentu. Kita kerap mendengar asumsi bahwa perempuan sering salah dalam membaca sebuah share location (shareloc) atau membaca petunjuk peta ketimbang beberapa laki-laki. Meskipun ada beberapa perempuan yang memang bisa dengan mudah menginterpretasikan informasi dari peta, tapi asumsi bahwa perempuan tak bisa membaca maps ini sudah terlanjur melekat. Stigma ini sebenarnya tak akurat dan bersifat generalisasi yang tidak berpancasila sila kelima atau tidak adil terhadap perempuan. Kapabilitas untuk membaca peta atau maps ini tak ditentukan oleh jenis kelamin. Setiap manusia, entah itu pria maupun wanita, mempunyai beragam tingkat kapabilitasnya masing-masing. Jikalau terdapat persepsi bahwa perempuan kerap salah d...

Salah Satu Problematika Memimpin Organisasi Internal Kampus

Gambar
Ada beberapa hal krusial yang penulis pelajari ketika memimpin organisasi maupun kegiatan dikampus, yakni "Anda tidak akan pernah bisa bersikap adil." Para pembaca mungkin plotwist ketika membaca diksi tersebut. Tapi menurut asumsi penulis, realitanya memang demikian. Ketika penulis membaca buku yang ditulis oleh Edward Suhadi, telah ditemukan diksi yang membuat pembaca tadi plotwist. Pada buku tersebut, menjelaskan seperti ini; "Adil ialah persepsi yang menerima, bukan karena yang diberikan adalah Adil. Perlu dicatat juga, bahwa adil itu bukan berarti sama. So, just do what you think is best and get on with it. On to the next one." I tried my best to be a fair person, once. But as time went by, penulis kerapkali menemukan seseorang yang membuat keputusan yang buruk karena ingin dipandang adil.  Penulis sendiri kerapkali dihadapkan dengan pola dimana setiap kali ingin mengambil keputusan, pasti selalu ada orang yang tidak sepakat, ada yang ngomong dibelakang, ada ya...

Bakteri Senioritas Dalam Organisasi Internal Kampus

Gambar
Pernahkah anda mendengar statment berikut dalam organisasi; Pasal 1 "Senior selalu benar", Pasal 2 "Apabila Senior salah, kembali pada pasal 1". Statment tersebut kerap diidentikkan dengan sebuah senioritas. Senioritas pada dunia organisasi kampus ialah suatu fenomena yang telah lama ada dan kerap menjadi suatu hal yang tak dapat dipisahkan dari culture kehidupan kampus.  Meskipun asumsi senioritas ini dipandang sebagai warisan yang menumbuhkan rasa solidaritas dan loyalitas, namun fakta di lapangan tak melulu sama seperti yang diharapkan. Sebelum kita terjun lebih dalam, mari kita ketahui terlebih dahulu ihwal senioritas itu apa. Senioritas merupakan suatu konsep yang mengacu pada hak atau status yang dipunyai oleh seseorang yang beradasar atas pengalaman, umur, atau seberapa lama dia eksis dalam suatu lingkungan atau organisasi tertentu. Hal ini diindikasikan dengan adanya sebuah perbedaan kelas, antara mahasiswa kelas atas (senior/kating) dan mahasiswa kelas bawa...

Indonesia Darurat Judi Online?!

Gambar
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa judi online kian hari, kian maraknya di Indonesia. Jika seseorang mengatakan kata "gacor" sontak seketika, teringat dengan yang namanya slot gacor atau judi online.  Ada sebuah berita mengenai seorang pria yang merampok dan membunuh Ibu kandungannya sendiri demi main judi online. Tuh kan, saking depresi atau kemelekatannya dengan judi online tersebut, nyawapun menjadi taruhannya. Terkesan berlebihan bukan? Namun, begitulah faktanya. Lantas, mengapa judi online bisa sekejam itu? Judi bukan hanya semata-mata adiksi yang menawarkan rasa senang dan puas, namun juga menjadi sebuah ilusi yang membuat para playernya seakan-akan memiliki sebuah harapan. Ditahun 2023, negara kita Indonesia berada diposisi pertama dengan total 200 ribu lebih penggunaan aktif judi online slot. Mirisnya lagi, Indonesia merupakan negara berkembang dan mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Lantas, mengapa judi online tumbuh pesat di Indonesia? Faktor penyebab ...

Benarkah UMKM Sedang Sekarat?!

Gambar
Beberapa minggu yang lalu, pasar tradisional, seperti pasar Tanah Abang, pasar Amuntai, dan lain-lain, mengalami sepi pembeli. Perlahan tapi pasti, bentuk diksi yang tepat guna menggambarkan kondisi UMKM di Indonesia saat ini adalah "gulung tikar". Ramai di medsos tentang keluhan para pedagang yang kini kalah bersaing dengan para segerombolan artis. Kondisi itu disinyalir karena pedagang merasa ditikung oleh para artis-artis yang mulai membuka jualan di TikTok. Kira-kira, tau nggak? berapa omzet yang mereka dapat ketika sekali live di TikTok?  1. dr. Richard Lee: Rp. 41 Miliar. 2. Ruben Onsu: Rp. 16 Miliar. 3. Rafi Ahmad: Rp. 7 Miliar. 4. Baim Wong: Rp. 600 Juta. Dan lain-lain. Rasional nggak sih? Dalam satu hari atau beberapa jam saja, mereka bisa meraup uang sebanyak itu?! Hal tersebut terjadi karena mereka disupport oleh algoritma TikTok dan mempunyai banyak followers. Lantas, bagaimana nasib jika ada UMKM yang sedang berjuang untuk berjualan online, seperti halnya para ar...

Menjadi Orang Pertama yang Kuliah dalam Keluarga

Gambar
Bagi kawan-kawan yang sedang berada diposisi seperti ini, ibaratnya seperti menjadi pahlawan dalam keluarga dibidang pendidikan. Tentunya, menjadi orang pertama yang kuliah dalam keluarga, bukanlah suatu hal yang mudah. Selain bahu menjadi berat, kita juga harus berusaha untuk tidak gugur ditengah rute perjalanan, dan bahkan jangan sampai tersesat atau menjadi orang buangan yang begitu menyedihkan. Kita harus berusaha sekuat tenaga dengan harapan, bahwasanya kita akan menjadi pintu gerbang pembuka bagi keluarga kita ataupun yang lain agar bisa merasakan dan mencicipi betapa indahnya pendidikan. Kita juga perlu bersikap skeptis dan waspada terhadap peristiwa yang sedang dialami, karena kita diwajibkan untuk menang melewati segala rintangan dan halangan yang diberikan. Kita harus tetap waras disegala kegilaan yang sedang terjadi, hal yang pasti sering dipikirkan atau yang nantinya akan kepikiran adalah “Jangan menyerah, Ayo sebentar lagi.” Jika kita gagal dalam mengasah suatu pisau, ayo ...

Kenapa di Sekolah Ada Aturan Ihwal Rambut Tidak Boleh Panjang?

Gambar
Pembahasan ini mungkin terkhusus untuk para kaum adam, namun tidak menutup kemungkinan para kaum hawa turut ikut membaca pembahasan kali ini. Siapa yang pernah mengalami ketika masa sekolah dijenjang SLTP/SLTA terkena razia rambut? Saya juga pernah terkena razia tersebut semasa saya duduk dikursi SLTP. Saya dikenakan poin minus dan rambut saya dipotong oleh guru BK agar tidak panjang lagi. Pertanyaannya, kenapa sih rambut tidak boleh panjang disekolah? Apa alasannya? Tentunya, alasan prioritasnya adalah, karena rambut panjang mengganggu pembelajaran. Alasan yang begitu klasik ini, bisa kita tanyakan kepada penanya, "Lantas mengapa para perempuan boleh memanjangkan rambut sesuka hati mereka? Sedangkan laki-laki tidak diperbolehkan? Bukankah ini sudah masuk kedalam kategori diskriminasi? Lantas, dimana kesetaraan gendernya? Lalu, alasan klasik yang kedua ialah, rambut pendek itu lebih rapi. Saya sendiri sedikit penasaran, siapa sih yang memunculkan statement ini? Jika kita lihat di ...

Tutorial Mapan Di Sosial Media

Gambar
Pernahkah anda berpikir, "Kok sosial mediaku gini-gini doang yaa? Kek nggak ada perubahan." Ibaratnya anda merasa tidak berharga banget jika dibandingkan dengan kawan-kawan anda dalam hal bersosial media. Lantas, bagaimana sih caranya supaya saya bisa terlihat mapan di sosial media? Para kaum milenial jangan sampai kelewat yaa pembahasan ini.  Berikut tutorialnya: Pertama, rubah dulu bio anda. Bisa aja anda tulis "Part of @organisasi A, @komunitas B" meskipun anda jarang ikut dan cuma numpang nama doang. Kedua, Perlihatkan bendera. Memperlihatkan bendera ini penting, anda bisa saja memperlihatkan bendera negara tempat anda tinggal atau anda sedang liburan, parpol, organisasi, dan apapun itu. Supaya anda terlihat mainnya udah jauh aja gitu. Ketiga, cantumkan nama bisnis anda di bio ataupun postingan anda, supaya orang-orang tau dan penasaran serta anda dipandang orang memiliki kesibukan. Meskipun bisnisnya cuma "Coming Soon" doang.  keempat, Pernah viral at...

Fatherless Generation

Gambar
Generasi tanpa kasih sayang Ayah atau Fatherless Generation, kira-kira Siapa yang merasa bagian dari hal tersebut? Mari kita ngumpul pada pembahasan kali ini. Dibeberapa keluarga didaerah perkotaan, fungsi ayah sering banget terdistorsi dengan statusnya sebagai pencari cuan bagi keluargnya ya kan?. Di kota besar, anggep aja kayak yang terjadi dikota Banjarmasin, seseorang bisa saja berangkat kerja mulai dari jam enam pagi dan baru pulang sampe dirumah jam delapan malam. Misalnya, rumah seorang ayah tersebut ada didaerah Banjarbaru dan dia harus kerja didaerah kota Banjarmasin. Mungkin kondisi berangkat jam enam pagi tersebut memang betul dan jadi suatu keharusan.  Nah, apa sih akibatnya jika seorang ayah memang betul-betul harus berada dalam kondisi seperti itu? Mungkin banget dia jadi tidak terlalu lengket sama familynya. Dan mungkin kita berpikir jika hari weekend itu menjadi waktunya seorang ayah untuk menghabiskan waktu bersama familynya. Tapi, dengan tekanan pekerjaannya every...

Bagaimana Jika Kelak Kita Tidak Menjadi Apa-Apa?

Gambar
Pembahasan ini, saya peruntukan kepada para pembaca yang mungkin sedang pesimis, cemas, risau, atau bahkan stress ketika memikirkan “Nanti aku jadi apa ya?” “Aku kok gini-gini mulu, jadi apa ya aku nanti?” Beberapa dari kita, tentunya sudah ada beberapa planning goals masa depan guna direalisasikan. Misalnya pengen menjadi polisi, TNI, Bupati, dan masih banyak lagi. Tentunya, prepare sudah mulai disiapkan guna merealisasikan perencanaan tujuan masa depan yang ingin dicapai. Tapi, ketika ingin mencapainya, tentu ada beberapa hambatannya, seperti finansial, mental yang belum ready, fisik masih kurang dari kriteria, syarat-syarat belum bisa dipenuhi, dan lain-lain. Lantas, apakah kita pesimis, cemas, atau bahkan stress dalam memikirkan tentang diri kita kedepannya takut nggak jadi apa-apa?  Kita akan selalu bisa menjadi apa-apa dan pasti akan jadi apa-apa, menjadi seseorang. Sebab, jadi seseorang pada dasarnya bisa berarti apa saja. Tergantung dari sisi mana kita memandangnya. Misalny...

Takdir

Gambar
Terkadang saya ketika bertegur sapa atau bersua dengan kawan-kawan saya, entah itu dikampus, ditongkrongan, diwarung, ataupun dichat pribadi. Jadi, mereka bercerita atau curhat kepada saya mengenai hidupnya atau lika-likunya saat ini.  Beberapa orang yang saya temui, mereka lebih pasrah, tawakal atau amorfati dengan keadaan yg telah dan sedang ia lalui sekarang. Terkadang mereka juga mengatakan "Takdir sudah, mau kada mau kita harus diterima ay." Menurut asumsi saya, mereka seolah-olah kesal dengan takdir tersebut. Namun, karna tidak enak untuk meluapkannya secara kasar kepada saya, jadi kemungkinan dia sembunyikan dulu.  Nah, berapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah kalimat yang sangat menyentuh hati difyp Tiktok saya. Berikut kalimatnya: Allah tidak pernah gagal dalam menentukan takdir-Nya, dan Allah tidak pernah salah dalam memilih opsi-opsi pundak siapa yang akan diberi-Nya ujian. Tentunya, Allah SWT sangat paham mengenai porsi-porsi dari kemampuan hamba-Nya. Namun, k...

Bisakah Mahasiswa Lulus Kuliah On Time?

Gambar
Beberapa dari kita tentunya sangat mengharapkan Lulus dengan mudah, lancar dan tepat pada waktunya. Namun, beberapa dari kita ketika hendak masuk kesalah satu kampus, pasti begitu banyak prepare ataupun strategi bagaimana cara agar bisa masuk pada kampus yang diinginkan, bukannya berpikir bagaimana kita bisa keluar dengan cepat, mudah, lancar dan tepat waktu. Saat kita menjadi mahasiswa baru, kita masuk kampus dengan penuh keceriaan, rasa bangga, penuh kekepo'an, dan mungkin kampus tersebut kita anggap sebagai taman bermain yang bisa ditingali forever. Padahal menjadi mahasiswa, berarti harus menjalani empat tahun distraksi. Ada yang sudah selesai ospek dan perkenalan, tapi sudah terpesona dengan indahnya para wanita kampus. Lalu, ini nih yang paling keren, yaitu terobsesi dengan betapa kerennya menjadi anak organisasi.  Ada yang menemukan kenyamanannya di UKM. Ada yang iseng mencoba kerja, namun keterusan deh sampai sekarang karena begitu kapitalisnya. Ada juga yang sok-sokan idea...

Dari Maba Untuk Kating yang Gila Hormat

Gambar
Selamat datang Mahasiswa Baru di Kampus yang telah menerimanya. Bagaimana ospeknya? Seru? Atau justru dibentak-bentak oleh seniornya nih?  Dulu, saya pernah mengalami bentakan-bentakan dari kating ketika ospek. Selama tiga hari, kami seperti diperbudak oleh mereka. Harus membawa ini itu lah, mecahin teka-teki, minta tanda tanga sampe full, dan masih banyak lagi. Semua hal tersebut katanya agar dapat membentuk mental yang kuat nantinya dalam perkuliahan, dan tidak bermental yupi. Maba, tentu kepanjangannya adalah mahasiswa baru, bukan mangsa baru. Mahasiswa baru dididik agar memperoleh kecerdasan, bukan ditekan, dibentak dan diintervensi demi sebuah kehormatan. Jika ingin memperoleh kehormatan, silahkan tunjukkan prestasi dan kecerdasan anda. Bukan mengimplementasikan sistem perbudakan dengan alasan pembentukan mental.  Memasang wajah seperti setan, memberikan tindakan yang tidak bersila kedua, yaitu tidak berperikemanusiaan, serta memberikan tampilan layaknya badut kepada para...

Para Kaum Broken Home

Gambar
Anak kecil atau anak milenial disuruh nyapu halaman, dan cuci piring, langsung nulis di Instastory atau Status WhatsApp "Broken Home?" Inilah sebab dari bermedia sosial yang tidak sesuai dengan porsinya, karna dapat menurunkan IQ dan EQ kita. Pada zaman dulu, orang-orang bergegas mencari media koran, komik dan buku, lalu maraton membacanya agar semakin tambah cerdas dan tidak kurdet (kurang update). Sekarang bagaimana? Dengan kecanggihan teknologi yang merajalela, ditambah adanya aplikasi seperti Tiktok, Instagram, Twitter dan ada pula aplikasi baru yaitu Threads, banyak diantara kita yang asyik ngescroll tanpa memerhatikan takaran idealnya. Beberapa bulan yang lalu, ada berita mengenai salah satu toko buku dengan pasar terbesar di Indonesia kemarin tutup. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena kecenderungan beberapa diantara kita yang menerima segala informasi itu lebih suka serba instan. Studi mengatakan bahwa, IQ orang-orang modern lebih rendah dibandingkan manusia gene...

Haruskah Pemimpin Jago Berbicara?

Gambar
 Pada dasarnya, seorang king atau raja itu bukanlah ksatria yang kuat. Melainkan dia yang mempunyai visi besar dan mau bertanggungjawab yang besar pula. Salah satu tolak ukur the best untuk seorang pemimpin itu bisa dilihat dari bagaimana cara dia berbicara. Skill retorika betul-betul skill ultimate yang wajib dipunyai oleh setiap pemimpin, karena tanggungjawab yang besar itu dia harus bisa mempengaruhi banyak khalayak umum demi kebaikan bersama. Misalnya, seperti Bung Tomo. Jika dilihat dari metode berbicaranya yang disiarkan melalui radio-radio, mulai dari tutur bicaranya yang tegas dan berani. Hal tersebut mencerminkan bahwa seberapa kuat diri beliau dalam memimpin. Memanajemen metode berbicara bukan hanya tugas para penyiar radio atau wartawan dan lain sebagainya, melainkan speaking skill yang harus dipunyai semua orang agar bisa memiliki social skill yang baik. "Tetaplah berbicara seperlunya, meskipun dikira orang mau nyaleg." Bagaimana tanggapan anda mengenai pembahasan...

Apakah Healing Pemicu Stres?

Gambar
Bagaimana kemarin liburan sekolahnya? Berapa banyak healing yang sudah terealisasi? Atau justru cuma wacana belaka?  Bagaimana perasaan anda after healingnya? Lebih mendingan dari sebelumnya? atau justru malah bikin stress?  "Story Instagram dia sering traveling dan healing sana sini, tapi kenapa dia malah galau atau ngedrop setelahnya yaa?" Lo lo lo, gak bahaya ta? Mengapa bisa terjadi demikian? Kondisi tersebut dinamakan PHB (Post-holiday blues). Kondisi tersebut merupakan gejala psikologis berupa suasana hati yang dipenuhi kesedihan sampai kesepian after menjalani healing atau liburan.  Biasanya ketika seseorang liburan atau healing ini, ia jadikan sebagai suatu hal yang dapat menghindari tanggungjawab yang seharusnya dia hadapi.  Meskipun telah berhealing ria, seseorang yang berliburan karena hal diatas tadi, cenderung akan lebih tertekan after selesai dari liburannya. Misal, anda lagi ada suatu kegiatan organisasi yang harus dikerjakan atau ada sebuah makalah ya...

Kuliah Pulang atau Kuliah Rapat?

Gambar
Selamat datang para MABA di universitas yang telah menerimanya, dan selamat datang didunia perkuliahan. Semangattt ! MABA atau Mahasiswa Baru atau bisa juga disebut Mangsa Baru wkwkwk bercanda, pasti identik dengan fomo dan sipaling kepo mengenai segala sesuatu tentang kampus. Nah, dibeberapa moment seperti, ketika OSPEK biasanya banyak sekali tawaran kating (kakak tingkat) guna join organisasi. Organisasinya itu, biasanya seperti BEM, DEMA, HMJ, dan yang lainnya atau bisa juga organisasi non kampus. INGAT !  Hati-hati terminum sama rayuan tawaran yang begitu manis dan lemah lembut organisasi, apalagi sampai anda join banyak organisasi.  Jangan sampai join banyak organisasi, karna hal tersebut bisa membuat kuliah anda berantakan, dan bisa jadi dipertengahan rute tiba-tiba kehilangan arah tujuan. Ketika anda sudah mencemplung keorganisasi, anda bisa jadi shock karna permainan mereka yang mungkin kotor dan banyak culture mereka yang mungkin jahat, dan lebih parahnya lagi after j...

Seperti Inikah Wanita Akhir Season?!

Gambar
Pada tulisan ini, saya akan membahas tentang bagaimana kondisi wanita pada masa nabi Muhammad SAW dan wanita zaman now. Perlu diingat, bahwa saya membahas ini bukan bermaksud untuk merendahkan atau apapun itu yang mengarah pada hal negatif.  Dulu, ketika pada zaman jahiliyah, banyak wanita-wanita yang diperbudak, dihina, dituduh pembawa sial, dijadikan budak guna memuaskan nafsu para lelaki dan bahkan diperjualbelikan. Namun, ada seseorang yang mengangkat tinggi derajat wanita. Sampai-sampai, surga berada di telapak kaki wanita.  Siapakah beliau? Beliau adalah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Beliau telah memperjuangkan derajat wanita bersama para sahabat nabi. Dalam memperjuangkan hal tersebut, bukan hanya keringat yang bercucuran, bahkan sampai darah ! Jika kita melihat kondisi wanita akhir season sekarang bagiamana? Lihatlah, rata-rata dari mereka tidak mengapresiasi atau tidak menghargai perjuangan Rasulullah SAW. Seolah-olah hidup ini abadi didunia, dan mungkin rata-rata dar...

Untuk Apa Kita Hidup Jika Akan Mati?

Gambar
Pernahkah anda terpikir mengenai pertanyaan "Apa gunanya hidup jika kita akan mati ?" Jika pernah, kira-kira apa jawaban versi dari anda? Jawab dikolom komentar dibawah yaa gaes yaa ! Bagaimana jika kita ubah pertanyaannya menjadi "Jika anda akan kehabisan seblak untuk dimakan, apa goals anda dari memakan seblak tersebut ?" Duhh, jadi pengen seblak hehe. Jadi, tujuannya adalah untuk menikmatinya. Apakah anda sudah menikmati hal-hal kecil? Atau justru anda hanya terlarut dalam arus memikirkan definisi dunia melulu? Misalnya, menikmati mager-mager dipulau kapuk? Menikmati masakan dari Ibu anda? Menikmati pendapatan kill anda yang banyak digame epep? Dan masih banyak lagi hal-hal kecil lainnya. Nah, apakah anda sudah menikmati hal tersebut? Bahkan anda terlupa guna menikmati hal-hal kecil yang ada disekitar anda, hal-hal simple yang bisa membuat hati senang, yang tidak anda perhatikan sama sekali. Sadarlah wahai saudara/iku, hidup anda tidak akan terlalu berarti sama s...

Selalu Merasa Kurang

Gambar
  Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang ada sebuah kegiatan yang telah dilakukan seringkali menurut perspektif kita maupun orang lain itu terlihat sukses, puas, dan hebat. Namun, ada saja dibenak pikiran maupun hati kita merasa tidak puas atau merasa ada yang kurang. Nah, siapa nih yang pernah seperti ini? Tentu pernah dong yaa. Misalnya, ketika kita selesai nongki atau bersua dengan teman. "Harusnya tadi aku bersikap cool dan nggak seheboh itu."  Kemudian misalnya ketika selesai presentasi. "Harusnya tadi aku opening dan closingnya kek gini."  Dan masih banyak lagi contoh-contohnya. Momen yang sebetulnya fine-fine saja atau nggak ada yang salah, tapi dibenak kita selalu bisa menemukan apa saja hal yang salah, kurang, gagal, dan lain-lain. Alhasil, apapun yang telah kita lakukan akan terasa selalu nggak enak dihati maupun pikiran. Setelah direnungkan, ternyata pengharapanku terlalu over atau berlebihan kepada diriku sendiri. Dengan profeksionisme tersebut, telah te...

Berapa Banyak Topengmu?

Gambar
 "Disini beda, disana beda." Begitulah diksi yang menggambarkan bahwa memakai topeng berbeda disetiap circle itu important. Nggak papa jikalau dirumah anda adalah anak yang nolep (dirumah terus seharian tanpa melakukan komunikasi dengan orang atau teman dilingkungan rumah anda secara tatap muka). Wajar aja jikalau disekolah anda orangnya sipaling ambis dalam belajar, dan nggak papa juga jikalau disosmed anda sering ngepost jj (jedag jedug) yang begitu brutal. Memiliki beberapa topeng atau personality yang beda disetiao circle itu dapat membuat hidup anda insyaa Allah jadi lebih comfortable (nyaman). Anda bisa membatasi porsi kehidupan personal anda, dan kehidupan entah itu disekolah, maupun dilingkungan rumah anda. Esensinya, anda bisa mengamankan profesionalitas anda. Coba halu-kan bahwa hidup ini hanyalah sebuah panggung sandiwara atau panggung pertunjukan. Ketika kita sedang berada dipanggung, maka kita semua harus memainkan perannya masing-masing yang sesuai dengan tema-n...

Dalam Peperangan

Gambar
Anda ingin menang perang? Yaa jangan perang. Terdengar prik/aneh kan? Tapi, begitulah salah satu filosofi ter-the best guna memenangkan peperangan. Lantas, siapa sih yang mau perang dimasa-masa kek gini?  Definisi dari diksi "Perang" itu tidak sesempit seperti seseorang yang berbaju loreng atau rela berkorban untuk negara. Coba deh anda perhatiin, tanpa kita sadari setiap hari kita berperang atau KOMPETISI. Seperti pekerjaan, main game, scroll Tiktok, dan masih banyak lagi yang tidak kita sadari. Bukan hanya berperang dengan orang lain saja, tanpa kita sadari juga kita sering berperang dengan diri kita sendiri. “Cobalah kenali diri anda sendiri.” Kalimatnya erlihat simplekan? Yaa enggak lah. Rata-rata orang sih merasa bahwa dia telah mengenali dirinya sendiri, padahal sebetulnya enggak. Dengan hal tersebut lah yang bisa menjadi suatu hal yang fatal, terutama karna kebanyakan orang justru terfokus pada apa yang dilakuin oleh lawan/musuh/kompetitornya, ketimbang fokus dengan we...