Postingan

Tutorial Mapan Di Sosial Media

Gambar
Pernahkah anda berpikir, "Kok sosial mediaku gini-gini doang yaa? Kek nggak ada perubahan." Ibaratnya anda merasa tidak berharga banget jika dibandingkan dengan kawan-kawan anda dalam hal bersosial media. Lantas, bagaimana sih caranya supaya saya bisa terlihat mapan di sosial media? Para kaum milenial jangan sampai kelewat yaa pembahasan ini.  Berikut tutorialnya: Pertama, rubah dulu bio anda. Bisa aja anda tulis "Part of @organisasi A, @komunitas B" meskipun anda jarang ikut dan cuma numpang nama doang. Kedua, Perlihatkan bendera. Memperlihatkan bendera ini penting, anda bisa saja memperlihatkan bendera negara tempat anda tinggal atau anda sedang liburan, parpol, organisasi, dan apapun itu. Supaya anda terlihat mainnya udah jauh aja gitu. Ketiga, cantumkan nama bisnis anda di bio ataupun postingan anda, supaya orang-orang tau dan penasaran serta anda dipandang orang memiliki kesibukan. Meskipun bisnisnya cuma "Coming Soon" doang.  keempat, Pernah viral at...

Fatherless Generation

Gambar
Generasi tanpa kasih sayang Ayah atau Fatherless Generation, kira-kira Siapa yang merasa bagian dari hal tersebut? Mari kita ngumpul pada pembahasan kali ini. Dibeberapa keluarga didaerah perkotaan, fungsi ayah sering banget terdistorsi dengan statusnya sebagai pencari cuan bagi keluargnya ya kan?. Di kota besar, anggep aja kayak yang terjadi dikota Banjarmasin, seseorang bisa saja berangkat kerja mulai dari jam enam pagi dan baru pulang sampe dirumah jam delapan malam. Misalnya, rumah seorang ayah tersebut ada didaerah Banjarbaru dan dia harus kerja didaerah kota Banjarmasin. Mungkin kondisi berangkat jam enam pagi tersebut memang betul dan jadi suatu keharusan.  Nah, apa sih akibatnya jika seorang ayah memang betul-betul harus berada dalam kondisi seperti itu? Mungkin banget dia jadi tidak terlalu lengket sama familynya. Dan mungkin kita berpikir jika hari weekend itu menjadi waktunya seorang ayah untuk menghabiskan waktu bersama familynya. Tapi, dengan tekanan pekerjaannya every...

Bagaimana Jika Kelak Kita Tidak Menjadi Apa-Apa?

Gambar
Pembahasan ini, saya peruntukan kepada para pembaca yang mungkin sedang pesimis, cemas, risau, atau bahkan stress ketika memikirkan “Nanti aku jadi apa ya?” “Aku kok gini-gini mulu, jadi apa ya aku nanti?” Beberapa dari kita, tentunya sudah ada beberapa planning goals masa depan guna direalisasikan. Misalnya pengen menjadi polisi, TNI, Bupati, dan masih banyak lagi. Tentunya, prepare sudah mulai disiapkan guna merealisasikan perencanaan tujuan masa depan yang ingin dicapai. Tapi, ketika ingin mencapainya, tentu ada beberapa hambatannya, seperti finansial, mental yang belum ready, fisik masih kurang dari kriteria, syarat-syarat belum bisa dipenuhi, dan lain-lain. Lantas, apakah kita pesimis, cemas, atau bahkan stress dalam memikirkan tentang diri kita kedepannya takut nggak jadi apa-apa?  Kita akan selalu bisa menjadi apa-apa dan pasti akan jadi apa-apa, menjadi seseorang. Sebab, jadi seseorang pada dasarnya bisa berarti apa saja. Tergantung dari sisi mana kita memandangnya. Misalny...

Takdir

Gambar
Terkadang saya ketika bertegur sapa atau bersua dengan kawan-kawan saya, entah itu dikampus, ditongkrongan, diwarung, ataupun dichat pribadi. Jadi, mereka bercerita atau curhat kepada saya mengenai hidupnya atau lika-likunya saat ini.  Beberapa orang yang saya temui, mereka lebih pasrah, tawakal atau amorfati dengan keadaan yg telah dan sedang ia lalui sekarang. Terkadang mereka juga mengatakan "Takdir sudah, mau kada mau kita harus diterima ay." Menurut asumsi saya, mereka seolah-olah kesal dengan takdir tersebut. Namun, karna tidak enak untuk meluapkannya secara kasar kepada saya, jadi kemungkinan dia sembunyikan dulu.  Nah, berapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah kalimat yang sangat menyentuh hati difyp Tiktok saya. Berikut kalimatnya: Allah tidak pernah gagal dalam menentukan takdir-Nya, dan Allah tidak pernah salah dalam memilih opsi-opsi pundak siapa yang akan diberi-Nya ujian. Tentunya, Allah SWT sangat paham mengenai porsi-porsi dari kemampuan hamba-Nya. Namun, k...

Bisakah Mahasiswa Lulus Kuliah On Time?

Gambar
Beberapa dari kita tentunya sangat mengharapkan Lulus dengan mudah, lancar dan tepat pada waktunya. Namun, beberapa dari kita ketika hendak masuk kesalah satu kampus, pasti begitu banyak prepare ataupun strategi bagaimana cara agar bisa masuk pada kampus yang diinginkan, bukannya berpikir bagaimana kita bisa keluar dengan cepat, mudah, lancar dan tepat waktu. Saat kita menjadi mahasiswa baru, kita masuk kampus dengan penuh keceriaan, rasa bangga, penuh kekepo'an, dan mungkin kampus tersebut kita anggap sebagai taman bermain yang bisa ditingali forever. Padahal menjadi mahasiswa, berarti harus menjalani empat tahun distraksi. Ada yang sudah selesai ospek dan perkenalan, tapi sudah terpesona dengan indahnya para wanita kampus. Lalu, ini nih yang paling keren, yaitu terobsesi dengan betapa kerennya menjadi anak organisasi.  Ada yang menemukan kenyamanannya di UKM. Ada yang iseng mencoba kerja, namun keterusan deh sampai sekarang karena begitu kapitalisnya. Ada juga yang sok-sokan idea...

Dari Maba Untuk Kating yang Gila Hormat

Gambar
Selamat datang Mahasiswa Baru di Kampus yang telah menerimanya. Bagaimana ospeknya? Seru? Atau justru dibentak-bentak oleh seniornya nih?  Dulu, saya pernah mengalami bentakan-bentakan dari kating ketika ospek. Selama tiga hari, kami seperti diperbudak oleh mereka. Harus membawa ini itu lah, mecahin teka-teki, minta tanda tanga sampe full, dan masih banyak lagi. Semua hal tersebut katanya agar dapat membentuk mental yang kuat nantinya dalam perkuliahan, dan tidak bermental yupi. Maba, tentu kepanjangannya adalah mahasiswa baru, bukan mangsa baru. Mahasiswa baru dididik agar memperoleh kecerdasan, bukan ditekan, dibentak dan diintervensi demi sebuah kehormatan. Jika ingin memperoleh kehormatan, silahkan tunjukkan prestasi dan kecerdasan anda. Bukan mengimplementasikan sistem perbudakan dengan alasan pembentukan mental.  Memasang wajah seperti setan, memberikan tindakan yang tidak bersila kedua, yaitu tidak berperikemanusiaan, serta memberikan tampilan layaknya badut kepada para...

Para Kaum Broken Home

Gambar
Anak kecil atau anak milenial disuruh nyapu halaman, dan cuci piring, langsung nulis di Instastory atau Status WhatsApp "Broken Home?" Inilah sebab dari bermedia sosial yang tidak sesuai dengan porsinya, karna dapat menurunkan IQ dan EQ kita. Pada zaman dulu, orang-orang bergegas mencari media koran, komik dan buku, lalu maraton membacanya agar semakin tambah cerdas dan tidak kurdet (kurang update). Sekarang bagaimana? Dengan kecanggihan teknologi yang merajalela, ditambah adanya aplikasi seperti Tiktok, Instagram, Twitter dan ada pula aplikasi baru yaitu Threads, banyak diantara kita yang asyik ngescroll tanpa memerhatikan takaran idealnya. Beberapa bulan yang lalu, ada berita mengenai salah satu toko buku dengan pasar terbesar di Indonesia kemarin tutup. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena kecenderungan beberapa diantara kita yang menerima segala informasi itu lebih suka serba instan. Studi mengatakan bahwa, IQ orang-orang modern lebih rendah dibandingkan manusia gene...

Haruskah Pemimpin Jago Berbicara?

Gambar
 Pada dasarnya, seorang king atau raja itu bukanlah ksatria yang kuat. Melainkan dia yang mempunyai visi besar dan mau bertanggungjawab yang besar pula. Salah satu tolak ukur the best untuk seorang pemimpin itu bisa dilihat dari bagaimana cara dia berbicara. Skill retorika betul-betul skill ultimate yang wajib dipunyai oleh setiap pemimpin, karena tanggungjawab yang besar itu dia harus bisa mempengaruhi banyak khalayak umum demi kebaikan bersama. Misalnya, seperti Bung Tomo. Jika dilihat dari metode berbicaranya yang disiarkan melalui radio-radio, mulai dari tutur bicaranya yang tegas dan berani. Hal tersebut mencerminkan bahwa seberapa kuat diri beliau dalam memimpin. Memanajemen metode berbicara bukan hanya tugas para penyiar radio atau wartawan dan lain sebagainya, melainkan speaking skill yang harus dipunyai semua orang agar bisa memiliki social skill yang baik. "Tetaplah berbicara seperlunya, meskipun dikira orang mau nyaleg." Bagaimana tanggapan anda mengenai pembahasan...

Apakah Healing Pemicu Stres?

Gambar
Bagaimana kemarin liburan sekolahnya? Berapa banyak healing yang sudah terealisasi? Atau justru cuma wacana belaka?  Bagaimana perasaan anda after healingnya? Lebih mendingan dari sebelumnya? atau justru malah bikin stress?  "Story Instagram dia sering traveling dan healing sana sini, tapi kenapa dia malah galau atau ngedrop setelahnya yaa?" Lo lo lo, gak bahaya ta? Mengapa bisa terjadi demikian? Kondisi tersebut dinamakan PHB (Post-holiday blues). Kondisi tersebut merupakan gejala psikologis berupa suasana hati yang dipenuhi kesedihan sampai kesepian after menjalani healing atau liburan.  Biasanya ketika seseorang liburan atau healing ini, ia jadikan sebagai suatu hal yang dapat menghindari tanggungjawab yang seharusnya dia hadapi.  Meskipun telah berhealing ria, seseorang yang berliburan karena hal diatas tadi, cenderung akan lebih tertekan after selesai dari liburannya. Misal, anda lagi ada suatu kegiatan organisasi yang harus dikerjakan atau ada sebuah makalah ya...

Kuliah Pulang atau Kuliah Rapat?

Gambar
Selamat datang para MABA di universitas yang telah menerimanya, dan selamat datang didunia perkuliahan. Semangattt ! MABA atau Mahasiswa Baru atau bisa juga disebut Mangsa Baru wkwkwk bercanda, pasti identik dengan fomo dan sipaling kepo mengenai segala sesuatu tentang kampus. Nah, dibeberapa moment seperti, ketika OSPEK biasanya banyak sekali tawaran kating (kakak tingkat) guna join organisasi. Organisasinya itu, biasanya seperti BEM, DEMA, HMJ, dan yang lainnya atau bisa juga organisasi non kampus. INGAT !  Hati-hati terminum sama rayuan tawaran yang begitu manis dan lemah lembut organisasi, apalagi sampai anda join banyak organisasi.  Jangan sampai join banyak organisasi, karna hal tersebut bisa membuat kuliah anda berantakan, dan bisa jadi dipertengahan rute tiba-tiba kehilangan arah tujuan. Ketika anda sudah mencemplung keorganisasi, anda bisa jadi shock karna permainan mereka yang mungkin kotor dan banyak culture mereka yang mungkin jahat, dan lebih parahnya lagi after j...

Seperti Inikah Wanita Akhir Season?!

Gambar
Pada tulisan ini, saya akan membahas tentang bagaimana kondisi wanita pada masa nabi Muhammad SAW dan wanita zaman now. Perlu diingat, bahwa saya membahas ini bukan bermaksud untuk merendahkan atau apapun itu yang mengarah pada hal negatif.  Dulu, ketika pada zaman jahiliyah, banyak wanita-wanita yang diperbudak, dihina, dituduh pembawa sial, dijadikan budak guna memuaskan nafsu para lelaki dan bahkan diperjualbelikan. Namun, ada seseorang yang mengangkat tinggi derajat wanita. Sampai-sampai, surga berada di telapak kaki wanita.  Siapakah beliau? Beliau adalah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Beliau telah memperjuangkan derajat wanita bersama para sahabat nabi. Dalam memperjuangkan hal tersebut, bukan hanya keringat yang bercucuran, bahkan sampai darah ! Jika kita melihat kondisi wanita akhir season sekarang bagiamana? Lihatlah, rata-rata dari mereka tidak mengapresiasi atau tidak menghargai perjuangan Rasulullah SAW. Seolah-olah hidup ini abadi didunia, dan mungkin rata-rata dar...

Untuk Apa Kita Hidup Jika Akan Mati?

Gambar
Pernahkah anda terpikir mengenai pertanyaan "Apa gunanya hidup jika kita akan mati ?" Jika pernah, kira-kira apa jawaban versi dari anda? Jawab dikolom komentar dibawah yaa gaes yaa ! Bagaimana jika kita ubah pertanyaannya menjadi "Jika anda akan kehabisan seblak untuk dimakan, apa goals anda dari memakan seblak tersebut ?" Duhh, jadi pengen seblak hehe. Jadi, tujuannya adalah untuk menikmatinya. Apakah anda sudah menikmati hal-hal kecil? Atau justru anda hanya terlarut dalam arus memikirkan definisi dunia melulu? Misalnya, menikmati mager-mager dipulau kapuk? Menikmati masakan dari Ibu anda? Menikmati pendapatan kill anda yang banyak digame epep? Dan masih banyak lagi hal-hal kecil lainnya. Nah, apakah anda sudah menikmati hal tersebut? Bahkan anda terlupa guna menikmati hal-hal kecil yang ada disekitar anda, hal-hal simple yang bisa membuat hati senang, yang tidak anda perhatikan sama sekali. Sadarlah wahai saudara/iku, hidup anda tidak akan terlalu berarti sama s...

Selalu Merasa Kurang

Gambar
  Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang ada sebuah kegiatan yang telah dilakukan seringkali menurut perspektif kita maupun orang lain itu terlihat sukses, puas, dan hebat. Namun, ada saja dibenak pikiran maupun hati kita merasa tidak puas atau merasa ada yang kurang. Nah, siapa nih yang pernah seperti ini? Tentu pernah dong yaa. Misalnya, ketika kita selesai nongki atau bersua dengan teman. "Harusnya tadi aku bersikap cool dan nggak seheboh itu."  Kemudian misalnya ketika selesai presentasi. "Harusnya tadi aku opening dan closingnya kek gini."  Dan masih banyak lagi contoh-contohnya. Momen yang sebetulnya fine-fine saja atau nggak ada yang salah, tapi dibenak kita selalu bisa menemukan apa saja hal yang salah, kurang, gagal, dan lain-lain. Alhasil, apapun yang telah kita lakukan akan terasa selalu nggak enak dihati maupun pikiran. Setelah direnungkan, ternyata pengharapanku terlalu over atau berlebihan kepada diriku sendiri. Dengan profeksionisme tersebut, telah te...

Berapa Banyak Topengmu?

Gambar
 "Disini beda, disana beda." Begitulah diksi yang menggambarkan bahwa memakai topeng berbeda disetiap circle itu important. Nggak papa jikalau dirumah anda adalah anak yang nolep (dirumah terus seharian tanpa melakukan komunikasi dengan orang atau teman dilingkungan rumah anda secara tatap muka). Wajar aja jikalau disekolah anda orangnya sipaling ambis dalam belajar, dan nggak papa juga jikalau disosmed anda sering ngepost jj (jedag jedug) yang begitu brutal. Memiliki beberapa topeng atau personality yang beda disetiao circle itu dapat membuat hidup anda insyaa Allah jadi lebih comfortable (nyaman). Anda bisa membatasi porsi kehidupan personal anda, dan kehidupan entah itu disekolah, maupun dilingkungan rumah anda. Esensinya, anda bisa mengamankan profesionalitas anda. Coba halu-kan bahwa hidup ini hanyalah sebuah panggung sandiwara atau panggung pertunjukan. Ketika kita sedang berada dipanggung, maka kita semua harus memainkan perannya masing-masing yang sesuai dengan tema-n...

Dalam Peperangan

Gambar
Anda ingin menang perang? Yaa jangan perang. Terdengar prik/aneh kan? Tapi, begitulah salah satu filosofi ter-the best guna memenangkan peperangan. Lantas, siapa sih yang mau perang dimasa-masa kek gini?  Definisi dari diksi "Perang" itu tidak sesempit seperti seseorang yang berbaju loreng atau rela berkorban untuk negara. Coba deh anda perhatiin, tanpa kita sadari setiap hari kita berperang atau KOMPETISI. Seperti pekerjaan, main game, scroll Tiktok, dan masih banyak lagi yang tidak kita sadari. Bukan hanya berperang dengan orang lain saja, tanpa kita sadari juga kita sering berperang dengan diri kita sendiri. “Cobalah kenali diri anda sendiri.” Kalimatnya erlihat simplekan? Yaa enggak lah. Rata-rata orang sih merasa bahwa dia telah mengenali dirinya sendiri, padahal sebetulnya enggak. Dengan hal tersebut lah yang bisa menjadi suatu hal yang fatal, terutama karna kebanyakan orang justru terfokus pada apa yang dilakuin oleh lawan/musuh/kompetitornya, ketimbang fokus dengan we...

Sikap Ini yang Bikin Orang Lain Kesal

Gambar
Siapa yang pernah membuat orang lain kesal sama anda? Tentunya pernah dong, tapi apakah anda sendiri tau atau tidak bahwa diri anda telah membuat orang lain kesal kepada anda? Kira-kira seberapa sering nih anda membuat orang lain kesal pada anda? Sebenarnya masih banyak sih sikap-sikap yang bisa membuat orang lain kesel pada anda, tapi pada pembahasan kali ini penulis hanya ngebahas satu saja ygy. Salah satu sikap yang bisa membuat orang lain syebel, bete, marah, dll kepada anda adalah "TIDAK BERTANGGUNGJAWAB." Sebetulnya tidak bertanggungjawab ini lumayan luas sih, tapi yang penulis maksud disini tidak bertanggungjawab dalam konteks akademik, misalnya dalam hal "Kerja Kelompok."  Tentunya kalian yang ngebaca tulisan ini pernah ngerjain tugas kelompok disekolah atau kuliah yaa kan? Atau kerja kelompok diorganisasi, dikampung, dll. Apakah anda dalam kerja kelompok hanya menunggu inisiatif seseorang yang ada pada kelompok anda untuk memulai pekerjaan kelompok tersebut...

Kepalsuan atau Kenyataan?

Gambar
Semakin palsu diri anda, maka akan semakin luas circle pertemanan anda. Semakin realistis diri anda, maka akan semakin kecil circle pertemanan anda. Tentunya dengan be yourself ada saja resiko yang harus kita tanggung, misalnya dighibah-in, disinis-in, diremeh-in, dihindari-in, dijauh-in, di dan lain sebagainya. Tapi, apakah anda akan tunduk dan menjadi patung hanya karena hal sepele seperti itu? Jika anda ingin hidup damai dan atraxia, maka follow saja arus sungai. Si A begini, anda juga begini. Si B begitu, anda juga begitu. Menjadi satu frekuensi dengan lingkungan anda sejujurnya itu memang membuat hidup anda sedikit lebih comfortable [nyaman] dan lebih trendi. Tapi, apakah anda merasa puas dengan hal demikian?  Membentuk sebuah koloni dengan subtansi orang-orang yang biasa aja, dan menjalani rute kehidupan dengan biasa saja serta tidak diperbudak oleh trendi merupakan hal yang bisa menuju atraxia. Bukan berarti menolak hidup akan ketrendi-an, tapi bijaklah akan hal tersebut. Ji...

Baperan Banget!

Gambar
Tersinggung atau baperan merupakan hal yang tentu pernah kita alami dalam hidup ini. Tapi, apakah anda selalu mudah tersinggung? atau biasa aja dalam menghadapi cemoohan seseorang? Jika ada seseorang yang suka maki-maki, suka berbuat jahat kepada anda dan lain-lain lalu anda menyikapinya dengan biasa aja atau tidak tersinggung, maka nggak papa ya kan? Tapi, saya tersinggung Bro dengan ucapan dan perilaku jahatnya :( Yaa salah anda sendiri kenapa anda tersinggung? Padahal anda itu bisa nggak tersinggung. Kenapa anda memilih opsi tersinggung? Dengan anda memilih opsi tersebut, maka anda telah memilih rasa sakit. Kata Marcus Aurelius bahwasanya kemarahan dan kesedihan/baper anda itu jauh lebih merusak daripada perlakuan itu sendiri. Baper/tersinggung itu sumber segala masalah. Because, baper/tersinggung itu startnya dari persepsi anda sendiri atas sebuah peristiwa yang kadang tidak anda analisis dulu, dan karenanya bisa keliru. Jikalau benar, tetap saja tidak berguna (karena anda baper/te...

Kuliah atau Kerja?

Gambar
Pernah nggak sih kalian dihadapin atau dipertemuin dengan pertanyaan begini, "Ngapain sih capek-capek kuliah? Mending langsung kerja aja bantuin orang tua." Misal, anda sekarang atau beberapa tahun lagi sudah mau lulus SLTA (SMA, SMK, MAN, dan lain-lain), jika anda ngelanjutin pendidikan di perguruan tinggi atau kuliah, berarti anda ngehabisin uang dong untuk kuliah? Sedangkan orang-orang yang lain ketika lulus SLTA langsung kerja dan dapat duit gitu. Jadi, anda ngabisin duit untuk kuliah, sedangkan orang-orang yang lain malah menghasilkan duit. Ubahlah dan tanamkanlah mindset (pemikiran/pikiran) anda dulu, bahwa dengan kuliah anda itu seperti lagi berinvestasi pada diri anda sendiri, misalnya skill, wawasan, knowledge (pengetahuan), ilmu, kepribadian, karakter, experience (pengalaman), dan masih banyak lagi. Nah, apakah sekarang hal tersebut tidak ada gunanya? Insyaa Allah hal tersebut akan digantikan dengan lebih berkali-kali lipat, dan kesempatan anda juga lebih gede guna ...

Sok Tahu!

Gambar
Pernah nggak sih kalian nemuin seseorang yang sok tau, dan nggak mau kalah? Misalnya, "Alaahh, kalo gitu doang mah, gue juga bisa (ez banget)." Pokoknya, apa saja yang anda sampaikan, dia selalu [always] punya versi lebih baik, dan menanggapi dengan cara yang bikin sakit hati seseorang. Apapun yang kita omongin, dia akan menyebutkan hal yang lebih baik, meskipun itu tidak dialaminya. Misalnya: "Alhamdulilah, tadi gue dapet tempat fotocopy-an yang satsetsatset !" "Halahhh, masih cepetan punyanya si fotocopy-an yang dekat rumahku. Disana lebih satsetsatset dari tempat mana pun !" atau.. "Gue tadi dirumah bikin seblak versi buatan gue sendiri loh, enakk banget deh pokoknya !" "Masa sih? Masih enakan seblak di Walang, Kabupaten Tapin. Pokoknya itu paling terenak daripada yang lainnya !" Bikin syebel nggak sih? Meskipun diawal itu terkesan basa-basinya cukup informatif, tapi jika begitu terus ya gimana gitu. Perlu anda ketahui, bisa saja ses...

Sombong Banget!

Gambar
Ketika ada kawan anda, guru atau dosen anda, Si X, atau seseorang dijalan atau lewat berpapasan dengan anda, lalu anda panggil, kemudian orang tersebut tidak membalas sahutan anda atau tidak menoleh anda, apakah orang tersebut sombong? Cuek? Lalu ada juga nih satu contoh lainnya, yaitu ketika Si A ngechat ke Si B, lalu dibalas Si B dengan reaksi jempol atau tanda tanya, dan lain-lain. Atau bisa juga Si B ngebalesnya dengan ketikan yang singkat, misalnya “ya?, ap, knp, y?” Apakah Si B itu cuek? Sombong? Cuma perkara chat doang kok malah diperbesar? Maybe, cuma anda kali yang ngeyimpulin duluan bahwa Si B itu sombong atau cuek? Jangan disimpulkan orang tersebut sombong ygy ! Mungkin bisa jadi orang tersebut sedang tergesa-gesa, sibuk banget atau suara anda yang kurang kenceng atau orang tersebut nggak denger. Mengapa sih anda menyimpulkan bahwa orang tersebut sombong atau cuek karna hal gitu doang? Mungkin anda nggak bisa mengelola perasaan hati anda, sehingga setan pun masuk kedalam dir...

Urgensi Sirkel Dalam Perkuliahan

Gambar
Seberapa penting yaa kira-kira circle diperkuliahan? Haayyoo siapa nih yang kuliahnya circle-circle-an dilokalnya sendiri?  Asumsi penulis sendiri sih penting, meskipun penulis tidak main circle-circle-an tapi ada sih deket dengan beberapa temen dilokal saya sendiri. Circle itu menurut penulis gini, misalnya anda berlima dengan kawan anda kekantin, kewc, dan kemanapun itu selalu bareng serta orangnya itu-itu doang.  Penulis sih temenannya sendiri-sendiri, misalnya penulis temenan sama Si A, Si B, Si C, dan lain-lain. Si A, Si B, Si C tersebut biasanya penulis ajakin kekantin bareng, atau kemanapun. Tapi tidak dalam satu circle karna penulis bisa saja ngajakin Si A jika Si B tidak bisa ikut bareng. Jikalau diperkuliahan, menurut asumsi penulis, circle itu penting. Karena circle itu bisa ngebantu anda secara materi, ngajarin anda mengenai suatu materi yang anda nggak paham, bisa menjadi sebuah informasi yang mungkin anda perlukan, dan masih banyak lagi. So, mari buat circle yang...

Bahaya Obesitas

Gambar
Beberapa hari ini viral seorang pemuda yang bernama Fajri. Dia mengalami obesitas seberat 300 kg. Hal yang menyebabkan dia mengalami demikian karena, Fajri mengalami kecelakaan motor, sehingga dia tidak bisa beraktivitas seperti biasa selama satu tahun karena mengalami cidera dikaki (mengalami pembengkakan diarea kaki). Ujar Bapak Suherman ketika ditanyai pada acara TV ONE Apakabar Indonesia Malam pada hari Selasa, 12 Juni 2023. Bapak Suherman mengajak Fajri untuk pergi ke rumah sakit untuk berobat, tapi Fajri tidak mau karena badannya terlalu gemuk. Lalu, Fajri terkadang mengeluh untuk minta beliin obat urut kepada Bapak Suherman. Lanjutan dari jawaban Bapak Suherman. Penyebab obesitas sendiri adalah, ada yang tidak bisa diubah; dari segi genetik. Lalu ada juga yang bisa diubah; lifestyle makanannya, cemilan, dan lain-lain. Jadi, jangan kebanyakan rebahan sambil ngescroll sosmed atau nonton TV + sambil ngemil secara berlebihan ygy. Ujar dr. Putri pada acara TV ONE Apakabar Indonesia M...

Saling Pantau Instagram Stories

Gambar
Waduhh siapa nich yang pernah sering mantau seseorang yang maybe anda sukai tapi tidak saling berkomunikasi (nggak chatan) ? Wkwkwkwk semangat yaa ! Seru nih jika kita ngebahas tentang memantau story (Instastory, Status WhatsApp, Potingan Ulang Tiktok, dll.) orang lain, entah itu pasangan anda sendiri, crush ataupun X anda. Keuntungan yang anda dapat ketika anda mantau story orang lain itu adalah, anda bisa tau kegiatan orang tanpa harus ketemu secara langsung. Tapi tetap harus becarefull [hati-hati], karena nggak semua yang ditampilin disosmed itu sesuatu yang nyata. Bisa jadi cuma filter doang atau apapun itu hehehe bercanda ygy. Nah, jika anda memantau terus-terusan story seseorang atau X anda, maka anda bisa sakit hati ngeliatnya. Jadi, penulis saranin jika anda sudah putus, lebih baik statusnya langsung dihide aja atau diunfollow atau sekalian diblok aja wkwkwkwk. Minta rela ygy. Jangan lupa support penulis dengan cara membaca tulisan yang lainnya diblog ini.

Organisasi Mahasiswa atau Kerja?

Gambar
  Siapa nih yang ikut organisasi mahasiswa (ormawa) ? Sama, penulis pun juga ada ikut ormawa. Siapa yang udah kerja sembari kuliah? Sama, penulis pun juga kerja sambil kuliah ygy [ya gaes ya]. Terkadang ada saja sejumlah orang yang suka ngebandingin antara dua hal diatas tadi. Mau anda follow kepanitiaan organisasi, dan kerja sambil kuliah, kedua hal tersebut memiliki porsinya tersendiri. Selama anda comfortable [nyaman], happy [bahagia], and ngedapetin apa yang anda cari atau mau, yaa jalani aja gitu. Kadangkala ada saja segelintir orang yang ngebandingin kedua hal tersebut, penulis yang sama-sama menggeluti kedua hal tadi ya happy happy aja ngejalaninnya selagi hal tersebut tidak ngerusak akademik. Penulis pernah mendengar argumen dari Sipaling kerja begini, "mending kerja aja dapat duit loh, dari pada jadi budak kampus." Kadangkala ada hal-hal yang memang tidak sesuai dengan perspektif kita semua ya kan? Maybe Sipaling ormawa tersebut ngedapetin apa yang mereka nggak dapet...

Kiat-Kiat Menghadapi Kritik

Gambar
Apakah anda pernah dikritik? Pasti pernah dong ya. Nah, bagaimana [how] anda menerima kritik? Apakah dengan ngomel-ngomel? Ngenerima dengan santuy? Atau malah adu jotos?  Rata-rata sih nerimanya dengan ngomel-ngomel ya kan? Sama, penulis pun pernah demikian hehe. Nah, lantas bagaimana sih kita nerima kritikan? Ada seorang tokoh yang saya temukan dibeberapa buku yang membahas tentang Stoisisme, tokoh tersebut bernama Markus Aurelius.  Beliau mengatakan bahwa "Saya dikritik, saya disambati (diomongin) jelek dan lain-lain. Yang pertama saya lakukan adalah saya mengeceknya terlebih dahulu, emang betul nggak nih yang Si A bilang? Waduh kira-kira Si A betul nih ngatain gitu. Jika betul, berarti hal tersebut menjadi pelajaran atau masukan buat saya. Jikalau Si A yang salah, ya biarin aja nggak si? Kan hidup saya baik-baik aja. Berarti yang rugi saha (siapa) ? Si A tadi dong yang punya persepsi salah tentang saya, dan kebenarannya pun tidak akan berubah. Jadi, jika Si A percaya sesuat...

Jangan Asal Buang Angin!

Gambar
Buang angin atau kentut karena masuk angin atau memang sudah waktunya untuk dikeluarkan, lumrah aja kan? Tapi yaa jangan asal buang aja, apalagi ditempat yang ramai. Mungkin segelintir orang mengira bahwa aman-aman aja nih selagi nggak ada bunyinya ya kan? hehehe. Mau ada bunyi ataupun nggak, tetep aja bau kan? Nah jadi, jika naga-naganya perut anda udah mau mengeluarkan sebuah angin, alangkah baiknya anda kesuatu tempat yang selayaknya aman untuk membuang angin tersebut, supaya orang-orang yang ada disekitar anda enggak mencium aroma angin anda hehehe. Kecuali jika jarak kembalinya jauh dan anda bisa ketinggalan hal penting jika meninggalkan tempat tersebut, misalnya (kuliah atau meeting). Jangan ragu dan bimbang untuk "minta maaf" jika memang nggak bisa ditahan lagi, apalagi jika semua mata sudah tertuju pada anda. Misalnya, anda lagi berdua dengan orang nih disebuah lift. Terus anda membuang angin atau kentut tanpa bunyi, lalu anda menuduh orang tersebut karena aromanya sa...

Santai Saja

Gambar
  Udah ngebaca atau pernah liat postingan tentang Stoisisme belum? Gimana? Udah lumayan tenang and santuy gak nih? Jikalau ada timun pahit ya buang aja, jika ada jalan rusak ya belok aja. Jangan dibikin stress and jangan dibikin susah. Pernah nggak sih anda sadar [aware] bahwa pada kompleksitas hidup zaman now ini kek hal-hal kecil yang bisa bikin stress karena anda nggak bisa ngelihat big picturenya? Misalnya, "Hadehh followers IG ku cuma seratus doang dan gak nambah-nambah," atau, "Buset gueh diunfoll si X." Beberapa dari kalian pasti ketawa dengernya ya kan? Tapi menurut beberapa orang itu penting [important]. Sekarang banyak orang yang terlalu memedulikan medsos dan orang-orang nggak penting dalam hidupnya. Kek ribet aja gitu hidupnya, nggak maju-maju, dan muter-muter aja tuh disitu.  Terus ada lagi nih contoh yang lain, Ada seorang yang lagi ngelaundry setrika pakaiannya. Tiba-tiba bajunya bolong akibat kelalain. Lalu, orang tersebut minta maaf panjang kali leb...

Melihat Diri Lebih Dekat

Gambar
  Ada pepatah: Semut diseberang lautan tampak, gajah didepan mata tidak tampak, sebenarnya merupakan ledekan yang luar biasa betul. Karena manusia memang cenderung mudah manangkap, melihat, dan memerhatikan apa yang ada diluar, ketimbang yang ada pada dirinya sendiri. Pernahkah anda berhenti sejenak sembari duduk menikmati sebuah minuman dan pemandangan alam untuk mengevaluasi diri? Saat ini kita cenderung disibukkan oleh gawai yang kita tatap terus menerus. Seperti ngescroll Tiktok, chatingan, dan lain sebagainya untuk mengisi kegabutan kita. Hal tersebut bisa menjadi bermanfaat jika kita memakainya dengan positif, misalnya untuk mengevaluasi diri kita ketika melihat sebuah postingan yang relate dengan kita. Ketika saya bergaul atau bermain dengan anak-anak dikampung saya, begitu banyak anak-anak zaman now disana yang dalam berkomunikasi mereka banyak menggunakan beberapa diksi dari berbagai spesies hewan yang ada dikebun binatang. Saya pun merenung dan miris melihat komunikasi me...

Melihat Sistem Pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Pemerintahan Indonesia Kontemporer

Gambar
  Khulafa Al-Rasyidin terdiri dari empat sahabat Nabi Muhammad SAW, salah satunya adalah Abu Bakar. Khulafa Al-Rasyidin sendiri memiliki makna pengganti-pengganti Rasul yang cendekiawan. Adapun tugasnya adalah menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam mengatur kehidupan umat Muslim. Ketika Rasulullah SAW wafat, problem yang pertama kali muncul adalah politik. Rasulullah SAW telah mengajarkan suatu prinsip, yaitu musyawarah yang sesuai dengan ajaran islam itu sendiri. Pertemuan di Tsaqifah Bani Sa’idah menjadi musyawarah pertama yang diselesaikan para sahabat setelah Rasulullah wafat atau sebelum Abu Bakar memegang tampuk pemerintahan. Pertemuan tersebut diprakarsai oleh kaum Anshar.  Pada musyawarah tersebut terjadi adu argumen yang cukup panas [ hot ] antara kaum Anshar, kaum Muhajirin dan dari Ahlul Bait. Pada saat itu, Abu Bakar menggunakan kesempatannya untuk mencalonkan Umar dan Abu Ubaidah, tapi keduanya menolak, karena [ because ] keduanya berasumsi bahwa yang le...