Untuk Namaku yang Kelak Tak Lagi Kau Sebut
Apabila suatu hari kita benar-benar tiba di ujung jalan yang berbeda, jangan tergesa-gesa menghapusku dari hidupmu, ya. Biarkan aku tetap ada sebagai sesuatu yang tak lagi kau peluk, tetapi sesekali masih kau temukan, meski kau bilang, ada ketakutan ketika melihatku kelak.
Kau boleh saja mengingatku ketika langit tengah baik-baik saja, saat angin berembus pelan, atau ketika hujan turun tanpa suara. Ingatlah bukan sebab kau masih mencintaiku, melainkan sebab pernah ada sosok yang dengan sepenuh hati berupaya mencintaimu.
Jika kelak ada deretan lagu yang terasa familiar di telingamu, jangan terburu-buru mengalihkannya. Dengarkanlah hingga selesai, ya. Barangkali, ada secercah jejak tentangku yang tertinggal di antara lirik-liriknya dan vibesnya.
Bila kelak suatu sore kau menyaksikan warna yang dahulu begitu sering kita nikmati bersama atau yang pernah kau lihat di unggahan cerita Instagramku, tersenyumlah sejenak, ya. Tak perlu mencari eksistensiku. Cukup ingat bahwa pernah ada sosok yang merelevansikan seluruh keindahan dunia dengan caramu hadir.
Aku tak sedang meminta kepada sesiapa. Waktu tampaknya sudah cukup sibuk mengurus takdirnya sendiri. Aku hanya berharap, jika kelak namaku betul-betul menghilang dari hati, pikiran, dan percakapanmu, ku harap kenangan tentangku tak menyertai kehilangan rumahnya. Manusia memang bisa saling meninggalkan, tetapi ingatan sering kali memilih menetap lebih lama daripada pemiliknya.
Oleh sebab itu, jika perpisahan memang akhir yang mesti kita telan, aku hanya ingin tetap hidup dalam hal-hal kecil yang tak pernah sengaja kau cari, seperti pada langit yang kau tatap, lagu yang kau putar, dan musim yang datang membawa aroma yang pernah kita lalui bersama.
Bila kelak kau berhasil melupakanku, semoga dunia dan orang-orang di sana tetap memperlakukanmu dengan lembut. Namun, jika masih ada satu sudut kecil dalam ingatanmu yang menolak menutup pintunya, biarkan beberapa hal tentangku menetap di sana, bukan sebagai penyesalan, melainkan sebagai sosok yang pernah berupaya agar kita tak perlu belajar cara menjadi asing.
Senin, 3 Agustus 2026
AFM
Komentar
Posting Komentar