Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Guru Bukanlah Dewa, Murid Bukanlah Kerbau

Gambar
“Guru yang tak tahan kritik, boleh masuk keranjang sampah. Guru bukanlah Dewa yang selalu benar, dan murid bukanlah kerbau.” (Soe Hok Gie). Guru merupakan sosok pemberi ibrah dan tauladan kepada muridnya. Guru adalah sosok yang sama dengan muridnya, yakni sama-sama pernah berproses. Guru dulunya berproses dari awalnya murid lalu menjadi guru. Sedangkan murid, ia berproses untuk menjadi seorang guru. Maksud guru disini dapat dimaknai secara universal. Bukan hanya guru yang mengajarkan dibangku sekolah maupun perkuliahan saja. Akan tetapi, di segala simfoni kehidupan. Apabila kita berbicara guru yang mengajari muridnya dibangku pendidikan formal dewasa ini, dapat penulis katakan sungguh ironis. Mengapa demikian? Sebab, beberapa guru yang penulis jumpai saat ini justru mempunyai sikap yang anti-mainstream. Anti-mainstream dalam hal ini maksudnya ialah bagaimana ia bersikap terhadap muridnya yang seolah-olah menjadi sosok penguasa dengan otoritas yang berorientasi otoriter nan keras. Umpam...

Bertemu Dengan Orang Yang Salah

Gambar
Dalam suatu relasi, pasti tak lepas dari konflik internal maupun eksternal. Umpamanya saja dalam hal percintaan.  Kita bertemu dengan orang yang salah, begitulah etos dan statment ketika kita berpisah dengan seseorang yang sudah kita anggap penting dalam kehidupan. Terkadang etos ataupun statment ini kita justifikasi dan mengganggap bahwa yang salah adalah orang itu (bukan kita) supaya menenangkan keadaan. Terkadang, seseorang lupa berpikir bahwa sedikit-banyaknya pasti ada probalitas bahwa kitalah yang salah untuk orang tersebut. Mungkin, dari segi kita berkomitmen dan mengemban sebuah paket lengkap selama proses kebersamaan itu berlangsung.  Kapasitas kita dalam menerima kritik guna menjadi lebih baik, masih belum memadai. Kapasitas kita dalam menjalankan dan memelihara loyalitas dengan orang itu sedikit-dikit terdistraksi ke-orang yang lain.  Masih banyak lagi sektor-sektor yang tak kita sadari jika digali secara komprehensif dengan hati dan pikiran yang selaras (tanpa...

Mengapa Debat Dipandang Negatif ?

Gambar
Dalam arti sebenarnya, debat adalah sebuah proses transfer ide dan argumen yang bermuara untuk menggapai pemahaman yang lebih baik, solusi yang lebih optimal dan akhirnya sampai di pelabuhan bersatu. Akan tetapi, dewasa ini, debat kerapkali diwarnai dengan konotasi negatif, seperti melahirkan permusuhan, kebencian dan polarisasi. Meskipun tidak semua debat senantiasa berakhir dengan perpecahan, namun takaran perpecahan dalam debat dewasa ini justru lebih banyak, ketimbang takaran positifnya (persatuan). Ada beberapa penyebab yang kiranya debat berakhir dengan perpecahan, yakni: 1. Ketidakmampuan memahami perspektif orang lain Salah satu pihak atau pihak-pihak yang berdebat terkadang tidak mempunyai kapasitas pemahaman yang memadai ihwal perspektif orang lain. Hal demikian dapat berimplikasi pada mis-interpretasi dan asumsi yang keliru, yang akhirnya memicu perselisihan. 2. Keengganan untuk berkompromi Salah satu pihak atau pihak-pihak yang berdebat kerapkali terfokus pada pendirian mer...

Dampak Diksi; Dari Manipulasi Hingga Transformasi

Gambar
Terkadang seseorang dalam berbicara ada yang ceplas-ceplos dan ada pula yang perlu waktu untuk melontarkannya. Sebetulnya, kedua style berbicara tersebut bagus, asalkan pemilihan diksinya tepat. Pemilihan diksi yang tepat, dapat menjadi kekuatan yang kuat guna mempengaruhi persepsi dan respons khalayak. Pemilihan diksi yang tepat, juga dapat membuka pintu penerimaan pesan. Sedangkan pemilihan diksi yang keliru, dapat memacetkan komunikasi dan bahkan melahirkan implikasi negatif. Umpamanya, disuatu hari, Si A mengkritik pemerintah karena banyak terjadi kasus pelanggaran aturan yang dilakukan masyarakat di kota A. Lalu, Si A ini melontarkan kalimat kritik, "Pemerintah kota A harus (menekan) masyarakatnya untuk patuh pada aturan." Beberapa dari pendengar tentunya menginterpretasikan kalimat tersebut sebagai aksi kritik yang justru menjerumuskan masyarakat terkena represi dari pemerintah guna taat aturan. Mari kita coba revisi sedikit kalimat tersebut menjadi, "Pemerintah ko...

Kiat-Kiat Retorika Terlihat Benar

Gambar
Apakah Anda selama ini ketika berdiskusi atau berdebat berasa dimarjinalkan oleh argumen komunikan? Atau justru argumen Anda yang memarjinalkan Anda? Jika iya, Anda perlu mencoba teknik berikut yang dapat membuat statment Anda terlihat benar dan membuat sebuah diskusi ataupun perdebatan serasa dimenangkan oleh Anda. Teknik yang dimaksud diatas ialah teknik framing. Teknik ini apabila di implementasikan secara tepat, maka dapat menjadi senjata rahasia Anda dalam berbagai perbincangan.  Framing atau seni mengemas informasi ini mampu memanipulasi persepsi dan interpretasi komunikan. Teknik ini bak seperti jurus siluman yang mampu mem-blurkan fakta dan mengorientasikan opini ke rute yang Anda kehendaki.  Secara sederhananya, teknik ini dapat membuat komunikan kebingungan dan secara implisit membuat Anda terlihat benar dimata khalayak.  Teknik ini tidak begitu mempersoalkan ihwal benar atau salah dalam sebuah perbincangan (diskusi atau debat). Melainkan, selama Anda memenangka...

Mahasiswa; Identitas atau Status?

Gambar
Menjadi seorang mahasiswa kerap dibersamai rasa bangga dan penuh idealis. Label "mahasiswa" diasosiasikan dengan intelektualitas, potensi dan harapan guna masa yang depan yang gemilang. Akan tetapi, dibalik menuju kegemilangan status tersebut, pertanyaanpun lahir. Apa filosofi esensial menjadi seorang mahasiswa? Apakah identitas ini hanya ihwal status terdaftar di Perguruan Tinggi belaka, ataukah ada tanggungjawab dan peranan yang lebih komprehensif yang melekat pada label ini? Narasi ihwal identitas dan tanggungjawab mahasiswa kerapkali terpenjara dalam glorifikasi tanpa kritik. Menjadi mahasiswa bukan semata ihwal status terdaftar di Perguruan Tinggi saja, namun juga ihwal identitas yang melekat dan dibersamai dengan tanggungjawab dan peranan kritis dalam masyarakat. Masa-masa perkuliahan menjadi momentum krusial guna membangun kesadaran diri, tanggungjawab dan komitmen. Di fase ini mahasiswa didorong guna: - Mengembangkan dirinya dengan menggali ilmu pengetahuan, menajamka...

Mahasiswa Harus Berperan, Bukan Baperan

Gambar
  “Mahasiswa berperan, bukan baperan” narasi ataupun quote tersebut sudah tak asing ditelinga kita. Mahasiswa sering digambarkan sebagai katalisator dan penjaga moral bangsa. Akan tetapi, dewasa ini dimana era sudah digital, peran mahasiswa tengah dipertanyakan. Apakah mereka berperan dalam transformasi konkret atau hanya baperan terhadap isu-isu yang viral? Mahasiswa mesti berperan aktif. Sebab, mahasiswa mempunyai potensi besar guna menjadi katalisator. Mereka mempunyai akses informasi, kritis dan idealis. Histori menyuguhkan bahwa mahasiswa telah berkontribusi dalam berbagai gerakan progresif, reformasi dan advokasi. Contohnya, gerakan demonstrasi mahasiswa pada 1998 yang berhasil menumbangkan rezim orde baru, aksi mahasiswa dalam menolak undang-undang Cipta Kerja dan RUU KUHP yang dianggap problematik, serta aktivitas pengabdian masyarakat dan edukasi yang dilakukan oleh berbagai ormawa. Namun, mahasiswa saat ini tengah terjebak dalam baperan. Ada kritik bahwa mahasiswa zaman ...

Berteman Saat Ada Perlunya Saja

Gambar
Fenomena berteman saat ada perlunya saja adalah isu yang tak asing ditelinga kita. Ini mempunyai implikasi signifikan terhadap interaksi sosial dan kesejahteraan individu. Kita ketahui bersama bahwa pertemanan adalah aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang menyediakan dukungan sosial, rasa saling mempunyai dan eskalasi kebahagiaan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, individu menjalin pertemanan ada saja yang mempunyai motif terselubung. Misalnya, hanya memanfaatkan orang lain saat ia memerlukan. Fenomena berteman saat ada perlunya saja ini melahirkan sebuah pertanyaan ihwal etika dan implikasinya pada individu maupun pertemanannya.  Dilihat dari perspektif yang pertama ialah saling menguntungkan. Pertemanan yang didasari oleh saling tolong menolong dan mendukung dianggap lumrah dan menguntungkan kedua belah pihak. Individu saling membantu dalam menyelesaikan tugas, memberikan beberapa bantuan yang diperlukan dan lain sebagainya.  Contohnya, bekerjasama dalam mengerjakan...