Bertemu Dengan Orang Yang Salah
Dalam suatu relasi, pasti tak lepas dari konflik internal maupun eksternal. Umpamanya saja dalam hal percintaan.
Kita bertemu dengan orang yang salah, begitulah etos dan statment ketika kita berpisah dengan seseorang yang sudah kita anggap penting dalam kehidupan. Terkadang etos ataupun statment ini kita justifikasi dan mengganggap bahwa yang salah adalah orang itu (bukan kita) supaya menenangkan keadaan.
Terkadang, seseorang lupa berpikir bahwa sedikit-banyaknya pasti ada probalitas bahwa kitalah yang salah untuk orang tersebut. Mungkin, dari segi kita berkomitmen dan mengemban sebuah paket lengkap selama proses kebersamaan itu berlangsung.
Kapasitas kita dalam menerima kritik guna menjadi lebih baik, masih belum memadai. Kapasitas kita dalam menjalankan dan memelihara loyalitas dengan orang itu sedikit-dikit terdistraksi ke-orang yang lain. Masih banyak lagi sektor-sektor yang tak kita sadari jika digali secara komprehensif dengan hati dan pikiran yang selaras (tanpa ada emosi).
Maka dari itu, menyalahkan orang lain yang tidak ingin terus membersamai kita karna orang itu yang salah merupakan jalan pintas paling sat-set guna memerdekakan keadaan.
Dengan pikiran dan hati yang tidak selaras (penuh emosi), kita lupa bahwa mungkin bukan orang itu yang salah, melainkan kitanya yang salah karna merasa belum bersyukur guna menjadi orang yang ideal untuk orang itu.
Berikan opini random Anda pada kolom komentar dibawah.
.jpeg)
galau kh
BalasHapus