Seni Memutus Rantai Kesalahan
Manusia melakukan kesalahan merupakan sebuah keniscayaan yang lumrah. Sebab, kekhilafan merupakan bagian dari proses belajar. Namun, frekuensi sebuah kesalahan, punya klasifikasinya tersendiri. Kesalahan yang dilakukan untuk pertama kali, dapat kita kategorikan sebagai ketidaksengajaan. Apabila kesalahan serupa berulang untuk kedua kalinya, hal tersebut mengindikasikan adanya unsur kesengajaan. Jika mencapai tiga kali, perilaku tersebut telah menjadi habit atau kebiasaan. Lebih dari itu atau pengulangan yang berkesinambungan, maka mencerminkan karakter orisinil atau integritas seseorang tersebut. Acap kali seseorang terpenjara dalam lingkaran permohonan maaf. Kalimat-kalimat seperti, “Mohon maaf, saya khilaf,” atau “Saya minta maaf, karena telah berbohong lagi,” yang diucapkan secara berulang, maka kehilangan esensi moralnya. Sebab, perilaku yang terjadi secara konsisten dan berkesinambungan, bukan lagi sebuah problematika, melainkan pengejawantahan dari rangkaian kepribadian seseora...